Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cara Asyik Menikmati Alam Bersama Komunitas Pasukan Kemping, Kemping tanpa Suara Musik Jauh Lebih Syahdu 

Umar • Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:02 WIB
Komunitas Pasukan Kemping saat menggelar camping di Desa Senaru, Kecamatan Baya, Lombok Utara pada momen 17 Agustus 2025 lalu.
Komunitas Pasukan Kemping saat menggelar camping di Desa Senaru, Kecamatan Baya, Lombok Utara pada momen 17 Agustus 2025 lalu.

Kemping tanpa membawa alat musik adalah cara terbaik untuk menikmati alam bebas. Itulah yang dilakukan komunitas Pasukan Kemping sejak awal berdiri 2023 silam. Selain menikmati suasana alam, anggota komunitas ini juga memiliki kepekaan nurani dan jiwa sosial yang tinggi. 

UMAR WIRAHADI, Mataram

Tersembunyi di tengah hutan kaki Gunung Rinjani, Villa Hideout Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, adalah tempat yang sempurna untuk menikmati alam.

Hawa sejuk pegunungan menimbulkan suasana asri dengan mata air alami yang memanjakan mata. Airnya mengalir menimbulkan suara gemiricik di sela-sela bebatuan sungai. "Kalau malam suasananya tenang sekali," kata Ergi Muhamad kepada Lombok Post, Jumat (15/5). 

Baca Juga: Bukan Cuma Puncak Rinjani! Inilah Alasan Kenapa Camping Ground di Lombok Kini Jadi Buruan Utama Pecinta Keindahan Alam

Ia pernah beberapa kali menggelar kemping di lokasi itu. Tentu bersama rekan-rekannya yang lain dalam komunitas bernama Pasukan Kemping. Waktu kemping tidak disia-siakan. Mereka betul-betul menikmati alam bebas. Yaitu dengan tidak menyetel musik apalagi menggunakan speaker.

"Karena nyanyian alam sudah sangat merdu sekali. Tidak ada lagu yang lebih merdu dari alam," ujarnya lalu tertawa. 

Di lokasi yang sama, komunitas Pasukan Kemping pernah merasakan sensasi berkemah pada Ramadan 2026 lalu. Mereka tiba di lokasi itu pada sore hari. Anggota langsung memasak untuk kebutuhan buka puasa. 

Baca Juga: Sembalun Surga untuk Pencinta Camping dengan Pemandangan Rinjani, Gunakan Damri dari Mataram Hanya Rp 50 Ribu

Setelah berbuka puasa, dilanjutkan dengan salat tarawih berjamaah. Lalu santap sahur dan diakiri dengan salat subuh berjamaah. "Rasanya syahdu sekali. Kita hanya mendengar suara alam tanpa ada suara lain," ungkap Ergi. 

Bukan hanya di Villa Hideout Aik Berik. Komunitas Pasukan Kemping sudah menjajal banyak lokasi camping di Pulau Lombok. Di antaranya Kebun Raya Lemor, Joben Evergreen, Symphony Rinjani, Koloh Berora, Titisan Dewi Anjani, Bukit Harapan dan Selak Aik, Tibu Monder, Lembah Datu Pringgarata dan masih banyak lagi. 

"Mungkin sudah 100-an lebih lokasi yang kami datangani. Karena Pulau Lombok memang sangat kaya dengan tempat kemping," ujarnya. 

Baca Juga: Desa Wisata Bukit Tinggi Kini Jadi Primadona Camping

Komunitas Pasukan Kemping sudah berdiri sejak Oktober 2023. Hingga kini anggotanya terus bertambah. Mereka datang dari beragam kalangan. Mulai mahasiswa, pekerja muda, hingga pengusaha. 

"Rata-rata kami masih single. Sehingga bisa lebih leluasa menentukan jadwal kemping," jelasnya. 

Menariknya sejak didirikan mereka selalu menekankan ke anggotanya agar tidak menyetel musik saat kemping. Fokusnya, benar-benar untuk menikmati alam bebas. Tidak menyetel musik di tengah camping menjadi peraturan tidak tertulis yang sangat ditaati sesama anggota komunitas. Sehingga saat tiba di lokasi camping semua orang langsung terpusat untuk menikmati suasana alam.

Baca Juga: Lokasi Camping dan Glamping Menjamur, Tawarkan Berbagai Keunggulan Berbeda

"Kalau malam hari kami cukup menikmati api unggun sambil ngobrol-ngobrol santai. Tanpa setel musik meskipun di HP," ujarnya.  

Lebih jauh, anggota Pasukan Kemping memiliki jiwa sosial yang tinggi. Sehingga camping bukan sekadar having fun. Saat menggelar kemah di suatu lokasi, mereka selalu menyelingi dengan kegiatan sosial yang bersifat edukatif. Seperti mengajar ke anak-anak SD di sekitar tempat kemah. Sering juga dengan menggelar diskusi dengan warga di sekitar kawasan tempat kemping. Mereka mendengarkan apa keluhan atau problem di tengah masyarakat. 

Misalnya yang pernah dilakukan di Kebun Raya Lemor, Desa Suela, Lombok Timur. Sekitar September 2025, warga sekitar menolak wacana pendirian Sekolah Garuda di Kebun Raya Lemor. Mereka khawatir pembangunan SMA Garuda Nusantara itu akan mengancam ekosistem kawasan hutan lindung tersebut. 

Baca Juga: Top Puncak Gedong, Lokasi Tektok dan Camping yang Asyik di Sembalun

Komunitas Pasukan Kemping bersama mahasiswa ikut mendampingi warga audiensi ke DPRD Lombok Timur. Mereka juga menyuarakan penolakan yang masif lewat medsos.

"Dan alhamdulillah rencana ini dibatalkan. Kami juga ikut merayakan dengan beberapa kali kemping di Kebun Raya Lemor," pungkas pria asal Bandung, Jawa Barat itu. 

Selain itu, mereka juga memiliki misi mulia dalam setiap kegiatan. Yaitu aktif melakukan promosi potensi pariwisata NTB. Sehingga mereka terus membuat konten menarik di platform medsos komunitas. Baik di TikTok dan Instagram. 

Baca Juga: Pendekar Outdoor Siapkan Perlengkapan Kemping dengan Harga Sahabat

"Alhamdulillah beberapa ada yang FYP dan viral. Awalnya tidak diketahui orang, sekarang pengunjungnya selalu membludak," kata Wahyu Alfahma, anggota komunitas Pasukan Kemping yang lain. (*/r3)

 

Editor : Kimda Farida
#Aik Berik #camping lombok #Lembah Datu #Kebun Raya Lemor #Pariwisata NTB