Berawal dari ide spontan saat pandemi di atas lahan pribadi seluas 76 are, Beach Camp Lombok kini sukses memikat wisatawan lokal hingga mancanegara lewat pesona alam pesisir dan fasilitasnya yang lengkap.
----
DARI kejauhan, jajaran tenda bernuansa oranye kemerahan menyembul di balik rimbunnya pepohonan pantai. Struktur kayu yang tertata rapi menciptakan kontras ciamik dengan birunya Selat Lombok dan hamparan pasir putih yang bersih.
Inilah Beach Camp Lombok, sebuah oase baru bagi para pemburu ketenangan di Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat.
Baca Juga: Pemkab Loteng “Bersih-bersih” Indomaret dan Alfamart, Diminta Tutup Mandiri Paling Lambat 16 Mei
Bukan hotel berbintang dengan gedung menjulang. Destinasi yang tengah naik daun ini menawarkan konsep kemping modern (glamping) yang menjanjikan privasi maksimal. Kehadirannya seolah menjadi pelarian sempurna bagi masyarakat urban yang penat dengan hiruk-pikuk perkotaan.
Petualangan menuju titik ini sudah terasa unik sejak awal. Langkah kaki pengunjung harus dimulai dari bibir Pantai Cemara, Lembar Selatan. Di sebuah dermaga sederhana, deretan perahu nelayan bersandar, siap mengantar para pelancong.
Menunggu perahu datang di seberang pantai seolah menjadi ritual pembuka yang menenangkan. Begitu mesin perahu menderu, pengunjung diajak membelah laut dalam penyeberangan singkat tak kurang dari 10 menit. Selama itu pula, mata langsung dimanjakan oleh gradasi warna air laut yang jernih.
Begitu menginjakkan kaki di lokasi, suasana sunyi langsung menyergap. Jauh dari raung mesin kendaraan bermotor, yang terdengar hanyalah simfoni alam: desau angin di pucuk pohon dan deburan ombak yang konsisten.
"Kami memang menawarkan fleksibilitas bagi pengunjung. Mulai dari paket kemping tenda standar bagi para petualang, glamping bagi yang mendambakan kenyamanan ala hotel di tengah alam, hingga rumah kayu untuk mereka yang ingin privasi total," ujar I Gusti Ayu Syskha Sri Rahayu, pemilik Beach Camp Lombok kepada Lombok Post.
Perempuan asal Singaraja, Bali ini merincikan, di atas lahan pribadi seluas 76 are tersebut, kini berdiri 10 unit kamar privat. Terdiri dari 7 unit tipe rumah kayu dan 3 unit tipe glamping tenda.
"Ragam paket kami sediakan mulai dari rumah kayu dengan toilet di dalam, rumah kayu toilet luar, camping regular, camp beach trip, hingga camping grup untuk kapasitas sampai 350 orang. Kisaran tarifnya dari Rp 450 ribu hingga Rp 3 juta," urai perempuan yang akrab disapa Ayu ini.
Baca Juga: Gerbong Mutasi Polres Loteng Bergerak, Sejumlah Kasat dan Kapolsek Resmi Berganti
Siapa sangka, destinasi estetik yang mulai beroperasi sejak tahun 2022 ini lahir dari sebuah ketidaksengajaan. Ibu empat anak ini mengenang kembali masa-masa sulit pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.
Kala itu, anak-anak merengek ingin pergi berkemah. Namun apa daya, pembatasan aktivitas membuat keluarga ini tak bisa kemana-mana. Tak kehilangan akal, Ayu dan suaminya berinisiatif mendirikan tenda di dalam rumah demi mengobati kerinduan sang buah hati.
"Nah, dari momen spontan itulah saya dan suami berpikir, mengapa tidak membuat tempat kemping betulan? Kebetulan kami punya lahan di Sekotong ini," kenang Ayu tersenyum.
Baca Juga: ITDC Alokasikan 363 Hektare Kawasan Hijau di The Mandalika
Keputusan itu berbuah manis. Sejak dibuka, grafis kunjungan terus merangkak naik. Menariknya, jika pada awal operasional didominasi oleh wisatawan lokal NTB, sejak pertengahan tahun 2024 pasar mancanegara mulai melirik potensi Beach Camp Lombok.
"Turis asing biasanya mulai ramai berdatangan di bulan Juli dan Agustus. Itu memang masa high season mereka," tambahnya.
Untuk memanjakan tamu, kawasan ini juga dilengkapi restoran yang menyajikan menu lokal dan nusantara, area komunal untuk bersantai, serta ruang terbuka hijau yang luas. Konsep matang ini diakui sukses membuat pengunjung betah.
Cici Wulantari, salah seorang pelancong asal Kota Mataram mengaku terkesan dengan atmosfer yang dihadirkan. "Suasananya tenang sekali, jauh dari keramaian. Anak-anak juga sangat senang karena bisa bermain bebas di pantai. Ini pengalaman baru yang seru untuk keluarga," akunya.
Senada dengan Cici, Fitri Ramadhani mengungkapkan bahwa daya tarik magis tempat ini ada pada momen pergantian hari.
"Tempatnya bersih dan fasilitasnya komplet. Pemandangan sunset maupun sunrise-nya luar biasa indah. Begitu keluar tenda, langsung disuguhi pemandangan laut. Kami merasa benar-benar bisa lepas dari rutinitas," puji Fitri.
Kombinasi apik antara eksotisme alam Sekotong dan kenyamanan modern modern ini menjadi bukti bahwa menikmati alam bebas tidak harus mengorbankan kenyamanan.
Ditambah aktivitas penunjang seperti snorkeling, memancing, atau sekadar berenang, Beach Camp Lombok menjadi tempat yang tepat untuk mengisi ulang energi sebelum kembali bergulat dengan rutinitas pekerjaan.
Editor : Kimda Farida