Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Keseruan Jelajah Desa Pajangan di Kopang, Lombok Tengah, Program Edukarsa Poltekpar Bantu Warga Petakan Potensi Kriya untuk Kemandirian Ekonomi

Lestari Dewi • Sabtu, 4 Juli 2026 | 08:00 WIB
GALI POTENSI DESA: Sejumlah mahasiswa Poltekpar Lombok mencoba menganyam kerajinan ketak dan rotan di Dusun Pajangan, Desa Pajangan, Kopang, Loteng.
GALI POTENSI DESA: Sejumlah mahasiswa Poltekpar Lombok mencoba menganyam kerajinan ketak dan rotan di Dusun Pajangan, Desa Pajangan, Kopang, Loteng.

 

Di bawah terik matahari, para mahasiswa tampak antusias blusukan ke rumah warga demi belajar langsung proses pembuatan anyaman ketak tradisional.

----

Bunyi gemerincing lonceng berpadu derap kaki kuda memecah keheningan siang di Desa Pajangan, Kopang, Lombok Tengah. Di atas kereta kayu tradisional, cidomo, rombongan akademisi dan mahasiswa Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok duduk berdesakan.

Angin sepoi-sepoi pedesaan sesekali menyapu wajah mereka. Perjalanan itu menjadi cara mereka berburu potensi wisata tersembunyi lewat program Edukarsa (Edukasi untuk Kelompok Masyarakat).

Baca Juga: Keseruan Jelajah Desa Pajangan di Kopang, Lombok Tengah, Menganyam Potensi Wisata di Bawah Bayang Gunung Rinjani

Langkah kaki kuda akhirnya terhenti di halaman rumah sederhana milik salah satu perajin anyaman ketak dan rotan lokal. Begitu turun dari cidomo, rombongan langsung disuguhi pemandangan khas bengkel kerja rumahan. Tumpukan serat ketak kering kecokelatan, aroma cat pernis yang menyengat, dan deretan kerajinan yang dijemur rapi di bawah terik matahari.

Di tempat ini, para mahasiswa tidak sekadar menjadi penonton. Mereka menyaksikan dari dekat seluruh rantai produksi yang menuntut ketelitian tinggi. Mulai dari jemari terampil warga lokal saat menganyam pola rumit, proses pengecatan atau pernis untuk memunculkan kilau alami, tahap penjemuran, hingga pengemasan.

Baca Juga: Rakib Petani Segala Anyar, Buktikan Pohon Kopi Bisa Tumbuh Subur di Lahan Tadah Hujan

Tidak puas hanya melihat bengkel utama, rombongan juga diajak blusukan menyusuri gang-gang kecil. Mereka melihat lebih dekat aktivitas menganyam yang telah mendarah daging. Di teras-teras rumah warga, tampak ibu-ibu hingga lansia tetap produktif menjadikan anyaman sebagai urat nadi ekonomi keluarga.

Sensasi sesungguhnya dimulai ketika para mahasiswa ditantang duduk bersila di atas tikar. Mereka memegang helaian ketak yang kaku. Siang itu, matahari Kopang sedang terik-teriknya. Panas membakar kulit dan menguras keringat.

Namun, panas yang menyengat tidak melunturkan senyum dan semangat mereka. Dengan canggung namun antusias, jemari para mahasiswa mulai menjajal seni menganyam. Sebuah pengalaman sensorik yang membuat mereka sadar betapa mahal harga sebuah ketekunan.

Kepala Satuan Penjaminan Mutu (SPM) Poltekpar Lombok Jujuk Ferdianto menyebut, kehadiran mereka di Desa Pajangan menjadi bagian dari komitmen membangun pariwisata berkelanjutan berbasis keunikan lokal. Desa ini tidak hanya kuat dari sisi ketahanan pangan dan kuliner, tetapi juga kaya kriya tradisional.

Baca Juga: Sensasi Ngopi Harga Rp 5 Ribuan yang Ramai Diburu Pelajar hingga Pegawai, Rela Berpanas-panasan demi Segelas Kopi 'Raisa' di Jantung Kota Praya

Sementara itu, Asisten Ahli Poltekpar Lombok Sirajuddin menambahkan, pengalaman langsung di lapangan ini nantinya dikonversi menjadi konsep dan rencana aksi yang matang. Poltekpar mendorong potensi anyaman ketak, kuliner, atraksi budaya, hingga akomodasi homestay segera dipayungi Peraturan Desa (Perdes) pariwisata dan didukung APBDes.

Melalui Edukarsa, ilmu dari ruang kuliah dipraktikkan langsung di tengah masyarakat. Lalu melahirkan karya dan dikembalikan untuk kemandirian warga. Poltekpar Lombok memberikan dorongan, suplai konsep, dan rencana aksi.

Baca Juga: Meydifood, Dari Rumahan Jadi Rajanya Pizza Kaki Lima di Alun-Alun Tastura

“Pada akhirnya, warga lokal dengan ketukan anyamannya dan keramahannya inilah yang akan menggerakkan roda desa wisata ini ke depan,” pungkas Sirajuddin. 

Editor : Akbar Sirinawa
#desa pajangan #edukarsa #Poltekpar Lombok #potensi desa #Kerajinan Kriya