Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kepergian Lima Orang Sekeluarga Akibat Kecelakaan di Tol Malang-Pandaan, Klakson Sudah Dibunyikan untuk Ingatkan Mobil Ishaq yang Oleng

Redaksi • Jumat, 17 Juli 2026 | 10:50 WIB
KECELAKAAN MAUT: Kondisi Honda CRV setelah menabrak truk di Tol Malang-Pandaan, Rabu (15/7) malam. Insiden tersebut menewaskan lima orang. Foto bawah, keluarga memanjatkan doa di hadapan tiga peti jenazah korban kecelakaan di Tol Malang-Pandaan di Surabaya, Kamis (16/7). (PUGUH SUDJATMIKO/JAWA POS)
KECELAKAAN MAUT: Kondisi Honda CRV setelah menabrak truk di Tol Malang-Pandaan, Rabu (15/7) malam. Insiden tersebut menewaskan lima orang. Foto bawah, keluarga memanjatkan doa di hadapan tiga peti jenazah korban kecelakaan di Tol Malang-Pandaan di Surabaya, Kamis (16/7). (PUGUH SUDJATMIKO/JAWA POS)

LombokPost - Tiga kakak beradik yang dikenal aktif di kampung turut menjadi korban meninggal dalam kecelakaan di Tol Malang-Pandaan. Mobil yang menabrak truk mogok di bahu jalan itu bagian dari rombongan tiga kendaraan yang baru pulang berwisata di Batu.

Kecepatan mobil Honda CR-V warna putih itu tiba-tiba menurun. Lalu, jalurnya bergerak serong ke sisi kiri jalan.

Rudi yang menyopiri kendaraan di belakang mobil bernopol L 1720 CAY itu langsung membunyikan klakson. Maksudnya untuk mengingatkan Ishaq, pengemudi mobil yang berada di posisi terdepan dari tiga kendaraan yang beriringan dan baru pulang berwisata dari Batu.

Baca Juga: Buntut Kecelakaan Beruntun Mobil Patroli Polsek Hu'u, Briptu Imansyah Ditahan

"Jadi, sopir di belakang sudah memperingatkan karena laju mobil sedikit ke kiri, namun akhirnya mobil langsung menghantam bagian belakang truk," papar salah seorang anggota keluarga korban Mulyadi, menceritakan kesaksian Rudi yang disampaikan kepadanya.

Lima dari sembilan orang di dalam Honda CR-V tersebut yang masih sekeluarga meninggal di lokasi. Mereka juga tercatat berdomisili di kelurahan dan kecamatan yang sama: Ampel, Semampir, Surabaya. Empat korban luka lainnya dirawat di rumah sakit akibat tabrakan tersebut.

Rombongan keluarga itu berangkat dari Surabaya menuju Batu pada Rabu (15/7) pagi. Insiden maut tersebut terjadi di Tol Malang-Pandaan sekitar pukul 20.00 dalam perjalanan pulang ke Kota Pahlawan.

Baca Juga: Mobil Terguling, Aktor Lin Yi Alami Kecelakaan Saat Syuting Drama Tiongkok The Top Racer

"Kakak-kakak saya itu sangat peduli dan aktif di kampung," kata adik bungsu Ishaq, Mohammad Yacob, kepada Jawa Pos di rumah duka di kawasan Jalan Sukodono Gang IV, Kelurahan Ampel, Surabaya, Kamis (16/7).

Aktif di Kampung

Selain Ishaq, 37, dua kakak Yacob lainnya yang juga terenggut nyawanya dalam kecelakaan itu adalah Hindun, 38, dan Hanifah, 39. Dua korban meninggal lainnya adalah Mufarohah, 27, istri Ishaq; dan Wahyuni Putri Permata, 2, putri Hanifah.

Baca Juga: Berikut Daftar Lengkap Korban Kecelakaan Mobil Pickup di Bundaran Gerung Lombok Barat

Ishaq dan Mufarohah yang sudah menikah sejak 2021 belum dikaruniai momongan. "Mas Ishaq dan istri itu penyayang, ya ke saudara-saudaranya, ya ke keponakan-keponakannya, juga ke teman-temannya," kata Yacob.

Saat kejadian, Mufarohah tengah memangku Wahyuni Putri Cahaya, 2, putri Hanifah. Cahaya selamat, tetapi tidak dengan saudara kembarnya, Wahyuni Putri Permata.

"Saya sebenarnya mau ikut liburan ke Malang bersama mereka, tetapi memutuskan tidak ikut karena istri saya sedang hamil," ungkap Yacob, dengan nada lirih.

Yacob mengenang Ishaq, kakak ketujuhnya, sebagai sosok wirausahawan dan pekerja keras. Di kampung, almarhum juga dikenal sebagai pelopor, penggerak utama Karang Taruna, sekaligus wakil ketua panitia perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW bulan depan.

"Mas Ishaq sangat aktif di kampung, jadi semua orang mengenalnya," kata Ketua RT 07 RW 15 Kelurahan Ampel Achmad Zaini.

Zaini menambahkan, seluruh jenazah korban kecelakaan tiba di wilayahnya sekitar pukul 4.00 WIB kemarin dalam kondisi sudah disucikan. Pihak pengurus kampung dan warga langsung menggelar salat jenazah berjamaah yang dilanjutkan dengan pembacaan tahlil bersama.

Pihak keluarga besar kemudian memutuskan untuk membagi lokasi pemakaman kelima korban. "Dua jenazah atas nama Hanifah dan Wahyuni Putri Permata langsung dibawa pihak keluarga menuju Madura, ke Kecamatan Tragah, Bangkalan, untuk dimakamkan di sana," jelasnya.

Sementara itu, tiga jenazah lainnya, yakni Ishaq, Mufarohah, dan Hindun, dimakamkan secara bersamaan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pegirian, Surabaya, Kamis siang pukul 12.00 WIB. Ishaq, menurut Zaini, merupakan sosok senior yang sabar, jenaka, serta selalu merangkul dan menuntun anak-anak muda setempat.

"Beliau orang baik. Kami mohon doa untuk kepergian para almarhum," katanya. (AZAMI RAMADHAN, Surabaya/ttg/JPG/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
kendaraan tabrakan jenazah mobil Kecelakaan