LombokPost – Tren pembelian dan penggantian HP baru naik di sejumlah toko ponsel. Sejak awal Desember 2025, toko ponsel Atlantis sedang sibuk-sibuknya menghadapi konsumen.
Setiap hari ratusan pengunjung memadati toko HP yang terletak di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Jempong Baru, Mataram, itu.
Pengunjung datang silih berganti. Tujuan utamanya adalah membeli gadget baru. Seperti yang terlihat Senin pekan lalu (29/12). Ratusan orang memadati toko itu. Area parkir kendaraan sampai penuh.
"Saya mau ganti HP. Nyari kapasitas RAM yang lebih tinggi," ujar Reni Astutik, salah seorang pengunjung.
Gadis 20 tahun itu membeli HP Samsung Galaxy A25 dengan RAM 8 GB. Dengan kapasitas memori itu cukup untuk menyimpan banyak video, foto, lagu, maupun film.
Juga mendukung aktivitas seperti browsing, streaming dan aplikasi media sosial (medsos) lainnya.
"Memang suka ngonten juga. Butuh RAM yang lebih tinggi," ujar mahasiswi Universitas Bumi Gora itu.
Bahkan sehari setelah tahun baru 2026 Jumat (2/1), keramaian masih terlihat di toko gawai itu. Setiap booth yang menjual berbagai brand ponsel dipadati oleh pengunjung.
Selain membeli HP baru, banyak juga yang melakukan upgrade. Artinya, HP lama dijual lalu ditukar dengan membeli HP anyar dengan kapasitas dan fitur yang lebih canggih.
"Memang banyak yang tukar HP. Intinya upgrade HP," ujar Hasto salah satu promotor.
Owner Atlantis Tommy Sugiarto mengakui jumlah penjualan meningkat cukup pesat selama sebulan terakhir. Pihaknya bisa menjual sampai 4.565 unit ponsel berbagai merk selama Desember.
Mulai dari iPhone, Samsung, Infinix, Vivo, Xiaomi, hingga Oppo. "Penjualan ini naik 20 persen dibandingkan periode bulan sebelumnya. Prinsipnya semua brand naik," kata Tommy.
Disampaikan, kenaikan penjualan HP terjadi karena banyak faktor. Faktor utamanya memang karena momentum tahun baru.
Setiap orang, khususnya anak-anak muda, terlihat ingin memiliki HP baru. Selain karena status sosial, juga untuk mendukung life style.
"Aktivitas di media sosial ini juga sangat memengaruhi tingkat penjualan HP. Seperti untuk mendukung konten di medsos," ujar Tommy.
Manager Atlantis Andri Tisna Amijaya menuturkan setiap hari ada 300 lebih konsumen yang datang ke tokonya. Memang tujuannya bukan hanya membeli HP. Tapi juga mencari aksesoris ponsel.
Para konsumen mayoritas adalah Gen Z. Kebanyakan mereka membeli HP terjadi karena FOMO (fear of missing out). Atau takut ketinggalan tren. Sehingga mau tidak mau banyak yang berupa untuk membeli HP terbaru.
"Mana yang lebih banyak digandrungi oleh sesama tongkrongan, maka itulah yang dicari. Jadi jarang sekali konsumen yang benar-benar user. Misalnya dipakai untuk mendukung pekerjaan, itu jarang," ungkapnya.
Para gen Z berlomba lomba untuk memiliki HP baru dengan fitur kekinian. Sehingga sebagian Gen Z lebih cendrung ingin memiliki gawai baru karena mengikuti tren, faktor gengsi, gaya dan status sosial.
"Dan terutama untuk menunjang hobi mereka. Seperti update konten di medsos dan ngegame bagi cowok," ujarnya.
Keramaian konsumen juga terlibat di toko HP Super Murah di Jalan Panca Usaha, Cakranegara. Dari sisi konsumen, kondisinya hampir sama dengan di Atlantis. Dari sisi usia, mayoritas pembeli adalah gez G.
"Tapi banyak juga yang milenial. Hampir seimbang dengan gen Z," ujar Zulkfli promotor brand HP Oppo.
Menurutnya, dari sisi fungsi dan kegunaan HP, ada perbedaan yang cukup mencolok antara gen Z dan milenial.
Bagi milenial, membeli ponsel baru benar-benar karena kebutuhan. Selain sebagai alat komunikasi, fungsinya juga untuk mendukung kelancaran pekerjaan.
"Jadi terlihat memang perbedaan tujuan dari pembelian HP antara gen Z dan milenial ini. Kalau gen Z lebih karena gaya hidup dan status sosial, tapi milenial cendrung untuk kebutuhan alasan pekerjaan," papar Zulkifli.
Editor : Kimda Farida