Desa Senteluk, menjadi salah satu desa wisata yang menjadi favorit wisatawan. Pariwisata Desa Senteluk kini semakin dikenal sejak dengan adanya brand Kaos “Tangkong” yang mempromosikan pariwisata desa ini.
HAMDANI WATHONI, Giri Menang.
===========================
Pariwisata Desa Senteluk kini sedang booming. Itu berkat wisata kuliner tepi pantai yang kini menjadi salah satu favorit wisatawan yang datang ke kawasan Batulayar. Kuliner seafood khas desa begitu lezat dengan keindahan alam Pantai Tanjung Bias yang menjadi daya tarik utama pariwisata desa.
Memanfaatkan peluang ini, sejumlah pemuda desa membuat kreasi usaha. Hanya dengan bermodal toko semi permanen di pinggir pantai, pemuda Desa Senteluk membuat brand kaos lokal yang diberi nama ‘Tangkong’.
“Ini adalah kreasi para pemuda Desa Senteluk bekerja sama dengan pemerintah desa (Pemdes) yang melihat potensi peluang besar dari geliat pariwisata desa,” ujar Munajab, Kepala Dusun di Desa Senteluk yang menjadi koordinator para pemuda desa.
Di toko yang berukuran sekitar 2x2 meter, berbagai kaos warna-warni dengan kualitas cukup berkelas dipajang di kawasan Pantai Tanjung Bias. Membuat setiap pengunjung yang datang akan tertarik dengan kaos yang kualitasnya tidak kalah dari produk sejenis di tempat lain.
Keunggulan desain dan motif yang mempromosikan keindahan alam pantai, panorama desa, hingga pemandangan khas Desa Senteluk ditonjolkan dalam kaos ini. Bahkan pengunaan kata atau pribahasa Sasak juga menjadi salah satu motif kaos yang dibanderol dengan harga terjangkau tersebut.
“Kami lebih tonjolkan panorama alam dan adat budaya Sasak agar lebih familiar,” lanjut Munajab.
Bahkan, pemilihan brand "Tangkong" sendiri diambil merujuk pada bahasa Sasak yang berarti baju. Dukungan dari pihak Pemdes setempat membuat para pemuda desa semangat menunjukan kreasi mereka.
Melalui kaos tersebut para pemuda itu ingin mempromosikan desa mereka. “Kami berharap dengan ini bisa mendatangkan pendapatan untuk meningkatkan perekonomian warga. Khususnya bisa mengurangi angka pengangguran,” harap pria yang juga tergabung dalam anggota Lembaga Perindungan Anak (LPA) NTB tersebut.
Sementara itu, Kepala Desa Senteluk, Fuad Abdurahman mengaku pihaknya sangat mendukung kreasi dan inovasi pemuda di desanya. Melalui dana desa (DD), pihaknya mengembangkan usaha desa untuk kaos tersebut.
“Kami anggarkan sekitar Rp 20 juta. Kita support juga dengan alat sablon, disamping kita kasih pembekalan pada pemuda yang mau berkreasi,” ujarnya. (*/r5)
Editor : Administrator