GIRI MENANG-Isu jual beli jabatan di lingkup Pemkab Lombok Barat (Lobar) ikut menyita perhatian Wakil Ketua II DPRD Lobar Imam Kafali. Mantan Ketua DPRD Lobar ini mengaku selama dirinya menjabat, ia tidak pernah menemukan adanya praktek jual beli jabatan tersebut. Sehingga ia yakin, isu jual beli jabatan tidak benar.
"Saya yakin sampai detik ini, belum pernah melihat adanya seperti itu (jual beli jabatan, Red)," yakinnya.
Ia percaya bupati dan wakil bupati selama ini menjalankan kepemimpinan yang bersih. Namun jika kemudian ada oknum atau pihak yang memanfaatkan mutasi untuk kepentingan tertentu, menurutnya itu lepas dari tanggung jawab bupati dan wakil bupati.
"Kalupun ada di belakang (yang memanfaatkan) itu akan menjadi dosanya dia," ujar Imam.
Yang jelas, selama ia menjabat Ketua DPRD Lobar, Imam mengaku tak pernah menemukan praktek seperti yang diisukan. Sehingga Imam tegas menyangkalnya. Pemerintahan bupati selama ini menurutnya bersih. Sehingga, ini harus dipertahankan agar tetap taat pada hukum.
"Jika kemudian ada yang memanfaatkan itu, tolong dilaporkan saja. Kalau ada anggota dewan yang terlibat dan terbukti bersalah juga akan kami tindak tegas," ujarnya.
Imam mengingatkan kepada sesama anggota dewan juga untuk tidak terlibat dalam proses mutasi yang bakal dilaksanakan Oktober mendatang. Karena dewan saat ini juga bakal diawasi oleh Badan Kehormatan yang segera dibentuk dalam paripurna pembentukan alat kelengkapan dewan.
"Mungkin memberi masukan ke pemerintah atau eksekutif itu boleh tapi kalau menjadi jadi calo atau sebagainya itu tidak baik bagi kepentingan publik," ucap politisi muda Partai Golkar tersebut.
Ia juga mengingatkan agar para pejabat Pemkab Lobar tidak mudah terpengaruh oleh pihak yang mengimingi jabatan kepala dinas. Karena mereka menurutnya hanya akan dimanfaatkan. "Kalau kepala dinasnya berprestasi memiliki treck record yang baik, dengan sendirinya pasti pak bupati bersama wakil bupati akan memilih," tegasnya.
Kekompakan bupati dan wakil bupati dipercaya Imam akan menghasilkan pimpinan di dinas yang baik. Sehingga, ia berharap lima tahun ke depan anggota dewan dengan pimpinan yang baru bisa bersinergi dengan eksekutif menjalanlan pemerintahan yang lebih baik dari sebelumnya. (ton/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post