"Iya, bapak sekarang dirawat di rumah sakit Gerung karena DBD," ujar istri Camat Kuripan Agustiarini kepada Lombok Post, Minggu (16/2) ketika dihubungi melalui sambungan telepon milik Camat Kuripan.
Agustiarini menuturkan suaminya mulai meriang sepulang melayat ke Lombok Tengah, Selasa (13/2) pekan lalu. Kondisi suaminya yang mengalami demam kemudian membuatnya berobat ke salah satu rumah sakit yang ada di Mataram.
Meski telah berobat ke rumah sakit, kondisi Banu Harli belum juga membaik. Justru kondisinya kian mengkhawatirkan. Sehingga Sabtu (15/2) lalu ia akhirnya dibawa kembali ke RSUD Tripat Gerung. "Pihak rumah sakit bilang kalau beliau DBD," ujarnya.
Menurut Agustiarini, belum bisa dipastikan apakah Camat Kuripan digigit nyamuk demam berdarah di wilayah Kuripan atau Lombok Tengah. Entah di rumah atau di kantor camat. Mengingat ia mulai meriang semenjak pulang melayat. Tubuhnya drop.
Kepala Puskesmas Kuripan Husni mengaku kasus DBD di wilayah kerjanya sudah mencapai belasan. "Sudah 14 kasus," bebernya.
Warga yang terserang DBD ini terdapat di sejumlah desa. Mulai dari Desa Jagaraga hingga Desa Kuripan Selatan. Awal Januari lalu, warga yang terserang DBD hanya tujuh orang. Meski telah dilakukan fogging, jumlahnya ternyata terus bertambah.
"Per Januari ada 11 kasus. Februari ini satu, kalau memang nanti pak Camat positif DBD, maka Februari bertambah jadi dua," jelasnya.
Data terakhir Dinas Kesehatan Lobar jumlah penderita DBD mencapai 73 orang. Jumlah penderita terbanyak berada di wilayah kerja Puskesmas Gerung 30 orang, disusul Puskesmas Kuripan 14 kasus dan Puskesmas Jembatan Kembar 10 kasus. (ton/r8)
Editor : Baiq Farida