Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kondisi Kawasan Ekowisata Mangrove Lembar Selatan Memprihatinkan

Administrator • Sabtu, 14 Maret 2020 | 20:32 WIB
MEMPRIHATINKAN: Beginilah kondisi terbaru kawasan Ekowisata Mangrove Desa Lembar Selatan, kemarin (13/3). Sejak tahun lalu, salah satu destinasi wisata andalan Lobar ini belum diperbaiki. (TONI/LOMBOK POST)
MEMPRIHATINKAN: Beginilah kondisi terbaru kawasan Ekowisata Mangrove Desa Lembar Selatan, kemarin (13/3). Sejak tahun lalu, salah satu destinasi wisata andalan Lobar ini belum diperbaiki. (TONI/LOMBOK POST)
GIRI MENANG-Kondisi destinasi wisata yang ada di Lombok Barat (Lobar) memprihatinkan. Salah satunya kawasan ekowisata mangrove di Desa Lembar Selatan.

"Sudah sejak tahun lalu jembatannya rusak tidak ada yang perbaiki," ujar Muslimah, salah seorang warga kepada Lombok Post, kemarin (13/3).

Jembatan kayu yang semula dibuat untuk menyusuri kawasan hutan mangrove tersebut sudah rapuh. Sebagian sudah lapuk dan rusak. Para pengunjung tak lagi bisa melintas di atas jembatan tersebut karena sudah rusak parah. Sangat membahayakan.

"Di tengahnya itu kan sudah putus. Tidak bisa dilewati lagi," ujar Muslimah yang kesehariannya berjualan di kawasan wisata tersebut.

Akibat kondisi ini, tak ada lagi wisatawan yang mau datang. Kawasan ekowisata mangrove Lobar yang dulunya terkenal kini ditinggalkan.

Padahal, tiga tahun terakhir, kawasan ekowisata mangrove ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Lobar. Ratusan orang datang tiap hari. Untuk sekadar berfoto atau rekreasi memanfaatkan jasa perahu warga setempat.

"Sekarang pengunjung sepi. Padahal dulu sehari kita bisa dapat jualan sampai Rp 500 ribu," beber Muslimah.

Ia sangat berharap jembatan ini bisa segera diperbaiki. Terlebih menjelang Bulan Puasa atau lebaran nanti, lokasi wisata ini biasanya paling ramai dikunjungi sore hari.

"Kami sebagai masyarakat setempat juga sangat berharap jembatan ini kayu segera diperbaiki dan dibuat lebih bagus lagi podasinya pakai beton," ungkap Galil, pemuda desa setempat.

Keberadaan ekowisata mangrove ini banyak membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat. Baik bagi orang yang berjualan, tempat parkir, hingga penyewaan jasa perahu untuk menyusuri kawasan hutan mangrove.

Kepala Desa Lembar Selatan H Benny Basuki yang dikonfirmasi Lombok Post mengaku dilema dengan kondisi kerusakan jembatan kayu ekowisatawa mangoreve. Di satu sisi, pemerintah Desa Lembar Selatan ingin memperbaiki jembatan kayu tersebut. Di sisi lain, pengelolaannya belum diserahkan ke pemerintah desa.

"Di seputaran kawasan ekowisata itu lahan milik masyarakat. Seandainya diserahkan ke desa, itu nanti desa yang kelola," jelasnya.

Sehingga pemerintah desa bisa menganggarkan perbaikan jembatan kayu jika pengelolaannya di bawah kewenangan desa. Hanya saja, selama ini pengelolaannya dilakukan oleh sekelompok masyarakat. Sehingga jika pemerintah desa memperbaikinya, otomatis tidak ada feedback bagi pemerintah desa.

"Makanya kami berharap anggota DPRD Lobar bisa membantu kami memperbaiki jembatan ini melalui program aspirasinya," harap Kades. (ton/r8) Editor : Administrator
#Headline #Lombok Barat #Ekowisata Mangrove #Lembar