Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lombok Barat Tutup Kawasan Wisata, Sekda : Keselamatan Warga yang Utama!

Redaksi Lombok Post • Selasa, 17 Maret 2020 | 17:34 WIB
TETAP DITERIMA: Sejumlah wisatawan mancanegara saat turun dari kapal pesiar di Pelabuhan Gili Mas, Desa Labuan Tereng Lembar Senin (9/3/2020) lalu.
TETAP DITERIMA: Sejumlah wisatawan mancanegara saat turun dari kapal pesiar di Pelabuhan Gili Mas, Desa Labuan Tereng Lembar Senin (9/3/2020) lalu.

GIRI MENANG-Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) mulai mengambil langkah tegas. Menyusul makin meluasnya virus Korona atau Covid-19. "Kami lockdown daerah tujuan wisata yang menjadi titik kumpul," kata Sekretaris Daerah Lombok Barat H Baehaqi, kepada Lombok Post, kemarin (16/3).


Dengan ditutupnya tujuan wisata, kemungkinan besar kedatangan kapal pesiar juga bakal terancam batal. "Kalau dia datang mereka juga tidak bisa turun. Karena tujuan wisata sudah di-lock," jelasnya.


Dengan kondisi ini, dipastikan akan berdampak pada perekonomian masyarakat. Namun Sekda Lobar mengatakan pemerintah daerah tidak berbicara untung rugi. Melainkan berbicara keselamatan masyarakat. "Kita ingin masyarakat sehat dan selamat," jelasnya.


Tutupnya tujuan wisata selama 14 hari dipilih karena jeda waktu tersebut dinilai menjadi masa inkubasi. Selama 169 hari ke depan dikatakan Baehaqi menjadi masa tanggap darurat nasional. Jika ada inidikasi warga yang suspect Korona, Sekda menegaskan mereka akan mendapatkan perawatan. Tanpa melihat apakah ia warga asing atau warga lokal.


"Perjalanan semua dinas keluar daerah juga di-close. Pemda juga tidak menerima kunjungan dari daerah lain sampai batas waktu yang tidak ditentukan," jelasnya.


"Bukan kita menghemat anggaran. Tapi kita memyelamatkan kepala OPD yang mau keluar," sambungnya.


Selain itu, semua jenjang pendidikan yang berada di bawah Pemkab Lobar diliburkan. "Berdasarkan hasil rapat marathon, dalam 14 hari ke depan mulai besok pagi (hari ini) seluruh sekolah baik madrasah, SD dan SMP akan diliburkan. Kecuali siswa yang ujian nasional, mereka tetap masuk," jelasnya.


Sejumlah langkah ke depan sudah dibahas Pemda Lobar bersama Forkopimda KSOP, ASDP, hingga semua pihak terkait. Termasuk semua organisasi perangkat daerah (OPD). Pemda berencana membentuk Satgas Korona.


SK Satgas dan pelaksananya dikatakan Sekda sudah harus selesai kemarin. Sehingga hari ini mereka sudah mulai bekerja. "Semua OPD juga sudah kami minta membuat edaran terkait korona sesuai dengan tupoksinya masing-masing," jelasnya.


Misalnya edaran mengenai pelayanan di Dinas Dukcapil yang ditunda selama beberapa hari ke depan. Kecuali yang bersifat emergency. Kemudian apel paripurna dan beberapa rangkaian kegiatan HUT Lobar juga ikut ditunda.


Senada dengan itu, Kepala Cabang Dinas Dikbud Lobar-Mataram Provinsi NTB Abdurrosyidin mengaku sesuai edaran Gubernur NTB, SMA, SMK, dan SLB diliburkan selama 14 hari sejak kemarin. Namun khusus untuk kelas XII SMK kemarin tetap masuk sekolah.


"Kelas X dan XI belajar mode daring di rumah. Kelas XII tetap melaksanakan ujian," kata dia.


Baik yang melaksanakan ujian nasional maupun ujian sekolah, mereka tetap masuk seperti biasa. Karena libur hanya berlaku untuk siswa kelas X dan XI. Pantauan Lombok Post, ratusan siswa SMKN 2 Gerung kemarin terlihat melaksanakan UNBK hari pertama dengan tenang.


Sebelum melaksanakan ujian nasional, mereka diarahkan untuk membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer.  "Biar aman dari virus korona yang berbahaya," ujar Uswatun Hasanah, salah satu siswa.


UNBK untuk siswa SMK berlangsung selama empat hari ke depan. Setelah selesai UNBK mereka akan melanjutkan dengan Ujian Sekolah. "Kalau SMA saat ini sedang ujian sekolah. Senin pekan depan mereka UNBK," jelas Abdurrosyidin.


Terpisah, General Manager PT Pelindo III Pelabuhan Lembar Baharuddin merespons rencana Pemkab Lobar untuk melakukan lock down. Kondisi ini tentu akan berdampak pada kedatangan kapal pesiar yang sandar di Pelabuhan Gili Mas milik PT Pelindo III. "Kita tunggu perkembangan selanjutnya," terang Baharuddin.


Sebelumnya, ia menjelaskan ada enam kapal pesiar yang rencananya sandar di Pelabuhan Gili Mas Bulan Maret ini. Dua diantaranya sudah sandar Tanggal 9 dan 10 Maret lalu yakni MV Albatros dan MV Colombus. Sisa empat kapal pesiar yang dijadwalkan datang masih belum bisa dipastikan apakah akan datang atau tidak. (ton/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Virus Korona #Lockdown #wisata