"100 lawan 100 (Rp 100 ribu bertaruh dengan Rp 100 ribu) 70 lawan 60 (Rp 70 ribu bertaruh dengan Rp 60 ribu," ujar para pengunjung menawarkan taruhan.
Pantauan Lombok Post, Rabu sore (26/5/2021), tidak hanya orang dewasa. Anak-anak usia sekolah juga bahkan ikut berjudi untuk kuda tercepat. Para pengunjung juga terlihat tidak memakai masker. Sehingga penerapan protokol kesehatan tidak terlihat dijalankan dengan ketat.
Warga yang datang ke lokasi tidak hanya dari desa setempat. Tetapi banyak juga dari desa lain hingga warga luar Kabupaten Lombok Barat.
"Ada yang dari Lombok Tengah juga datang. Banyak kuda Lombok Tengah juga ke sini," ujar Martinah, salah satu warga ditemui Lombok Post di lokasi Pantai Buncit.
Sejak ajang balap kuda ini dilaksanakan sekitar tiga bulan lalu, kunjungan ke Pantai Buncit pun selalu ramai. Warga setempat yang berjualan merasakan dampaknya. "Setiap Jumat sama Ahad biasanya ramai karena ada balap kuda ini," tutur Iwan, salah satu pedagang.
Anggota DPRD Lombok Barat Dapil Lembar-Sekotong Baiq Nurjani memberikan perhatian terhadap ajang balap kuda yang rentan dijadikan arena judi ini. Khususnya dalam masa pandemi, acara seperti ini bisa mendatangkan kerumunan.
"Lebih baik dihentikan apalagi ini sudah melanggar prokes. Sebgian besar malah tidak ada satu pun baik pengunjung atau pun pembalap kuda yang pakai masker," cetusnya.
Apalagi penontonnya juga banyak yang berasal dari luar Kecamatan Lembar hingga luar Lombok Barat. Baiq Nurjani khawatir kegiatan ini akan menyebarnya virus Korona. Kegiatan seperti ini momennya menurutnya kurang pas karena masih dalam situasi pandemi.
Sementara pemerintah sedang gencar melakukan upaya pencegahan Covid-19. Baik dengan sosialisasi penerapan 5M dan sekarang melakukan vaksinasi dengan biaya yang tidak sedikit.
"Apalagi informasinya, ajang balap kuda ini juga dimanfaatkan sebagai ajang perjudian dengan cara taruhan. Saya khawatir image wisata Lembar yang sedang dikembangkan ini akan rusak dan negatif," katanya.
Padahal saat ini pariwisata Lembar sedang dalam proses menampilkan sesuatu yang bermanfaat bagi warga. Dengan mengembangkan potensi alam yang bisa diandalkan atau menerapkan wisata budaya yang dimiliki. "Termasuk wisata kuliner yang tentunya bisa menambah perekonomian masyarakat setempat," tandasnya. (ton/r3)
Editor : Baiq Farida