Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rawan Banjir dan Longsor, 16 Desa di Gunungsari Butuh Alat Pendeteksi

Baiq Farida • Selasa, 21 Desember 2021 | 15:21 WIB
RAWAN LONGSOR: Beberapa warga berada di sisa-sisa longsoran Dusun Kekait Daye, Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, beberapa hari lalu. Desa ini menjadi salah satu daerah rawan bencana longsor yang ada di Kecamatan Gunungsari.
RAWAN LONGSOR: Beberapa warga berada di sisa-sisa longsoran Dusun Kekait Daye, Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, beberapa hari lalu. Desa ini menjadi salah satu daerah rawan bencana longsor yang ada di Kecamatan Gunungsari.
GIRI MENANG—Desa-desa di wilayah perbukitan Kecamatan Gunungsari membutuhkan alat pendeteksi longsor. Alat yang sebelumnya terpasang sejak tahun 2016 silam ternyata rusak sejak 2020 lalu.

”Alat yang ada dulu sudah rusak tahun lalu dan sudah tidak berfungsi,” kata Camat Gunungsari M Mudassir pada media, Senin (20/12/2021).

Dia mengungkapkan, sebanyak 16 desa di wilayahnya tercatat rawan bencana. Di wilayah perbukitan rawan longsor sedangkan yang ada di bawah rawan banjir.

Enam desa yang dikategorikan rawan longsor adalah Kekait, Taman Sari, Guntur Macan, Bukit Tinggi, Mekarsari, dan Gelangsar. Sedangkan sisanya sepuluh desa rawan banjir air kiriman. Yakni, Gunungsari, Sesela, Jatisela, Ranjok, Mambalan, Penimbung, Jeringo, Midang, Kekeri, dan Dopang.

”Dalam penanganan ini memerlukan alat pendeteksi longsor dan normalisasi daerah agar tidak mudah tergenang,” terangnya.

Namun karena rusaknya alat pendeteksi mengakibatkan pihak desa kembali ke cara tradisional. Caranya dengan mengingatkan potensi longsor yang ada menggunakan kentongan. Namun ini tidak bisa dengan cepat juga warga melakukan evakuasi diri.

”Dengan ada alat pendeteksi longsor ini, maka warga bisa evakuasi diri saat sudah ada peringatan longsor datang,” tuturnya.

Sedangkan untuk banjir kebanyakan kiriman dan diakibatkan selokan atau irigasi yang tersumbat. Walaupun intensitas meningkat sedikit, tetap membawa dampak ke desa yang ada. Drainase yang tidak berfungsi membuat luapan air sampai menggenangi permukiman warga.

Tidak berfungsinya selokan membuat dua dusun kembali tergenang banjir pada Minggu (20/12/2021). Ini disebabkan Jalan Pariwisata Gunungsari terendam. Genangan ini karena hujan yang nonstop dan semakin deras sejak siang hari hingga sore hari.

”Sudah kami sampaikan ke dinas terkait dengan kondisi ini. Semoga bisa segera menjadi perhatian bersama,” tuturnya.

Sementara itu, Kades Guntur Macan H Murni mengatakan, wilayahnya masih sangat labil dengan kondisi sekarang. Apalagi ditambah dengan cuaca yang belum bersahabat membuat warga selalu was-was.

”Saat ini warga masih berada di lokasi-lokasi yang dianggap aman dari longsor. Sebab dua kali longsor yang ada mengakibatkan banyak rumah warga tertimbun,” kata dia. (nur/r3) Editor : Baiq Farida
#Kecamatan Gunungsari #Banjir Lobar