Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Penyembelihan Hewan Kurban di Lobar Diimbau Ada Rekom Dinas

Galih Mps • Jumat, 17 Juni 2022 | 18:45 WIB
LALU WINENGAN. (HABIBUL ADNAN/LOMBOK POST)
LALU WINENGAN. (HABIBUL ADNAN/LOMBOK POST)

GIRI MENANG-Masyarakat Lombok Barat yang hendak menyembelih hewan kurban diimbau meminta rekomendasi Dinas Pertanian terlebih dahulu. Ini untuk menjamin kesehatan hewan tersebut sebelum dikonsumsi.


Kepala Dinas Pertanian Lobar Lalu Winengan mengatakan, sudah ada bidang khusus yang melayani masalah itu. Hewan yang akan dipotong dicek kesehatannya. "Baru kami bisa merekom bahwa hewan itu sehat dan layak untuk dipotong," jelasnya.


Dia menerangkan, tanpa ada pengecekan, dikhawatirkan hewan kurban yang disembelih tidak sehat. Padahal, itu akan dikonsumsi masyarakat di Idul Adha nanti.


"Terlebih, saat ini kasus PMK di Lombok Barat meningkat. Maka perlu kita antisipasi menyebarnya daging hewan yang berpenyakitan," kata Winengan.


Saat disinggung ketersediaan stok daging kurban untuk Idul Adha nanti, Winengan memastikan tetap tercukupi. Sebab, meski kasus PMK meningkat, jumlah sapi sehat masih jauh lebih tinggi.


Winengan merinci, populasi sapi di Gumi Patut Patuh Patju mencapai 130 ribuan. Sementara yang terjangkit PMK 7.000an. "Ada 5 persen saja yang terjangkit. Sedangkan kebutuhan sapi kurban paling banyak 20 ribu," jelasnya.


Karena itulah, pemerintah daerah tidak khawatir dengan stok. Dengan jumlah sapi yang ada saat ini, Lobar memastikan tidak menerima kiriman sapi dari daerah lain. "Ngapain impor, itu malah akan meresahkan peternak kita," katanya.


Dia juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh dengan isu-isu miring terkait dengan PMK. Misalnya kabar liar yang menyebutkan harga sapi murah, kemudian memaksa masyarakat menjualnya. "Banyak yang berupaya mempengaruhi masyarakat," tambahnya.


Jika ada masyarakat yang mengalami kejadian ini, Winengan meminta agar segera melaporkan oknum tersebut. Dia mengatakan, Dinas Pertanian sudah berkoordinasi dengan polisi untuk penindakannya. "Kami sudah minta polisi untuk menangkap," ujarnya.


Sementara itu, total kasus PMK Lobar mencapai 7.090. Sedangkan yang sudah sembuh sebanyak 3.080 ekor. Dengan demikian, persentase kesembuhan saat ini di angka 43,15 persen. "Secara umum, kondisi PMK di Lobar berangsur membaik," tutup Winengan. (cr-bib/r3)

Editor : Galih Mps
#Lobar #hewan kurban