Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tokoh Agama Berharap Ketegasan Pemkab Lobar Soal kafe Illegal di Suranadi

Galih Mps • Kamis, 19 Januari 2023 | 20:30 WIB
SUDAH DITERTIBKAN: Salah satu kafe di Suranadi yang masih terpasang banner segel. Penertiban terhadap tempat hiburan ini sudah dilakukan akhir Desember 2022 lalu.(HABIBUL ADNAN/LOMBOK POST)
SUDAH DITERTIBKAN: Salah satu kafe di Suranadi yang masih terpasang banner segel. Penertiban terhadap tempat hiburan ini sudah dilakukan akhir Desember 2022 lalu.(HABIBUL ADNAN/LOMBOK POST)

GIRI MENANG-Para tokoh agama di Lobar mendukung penuh langkah tegas pemerintah daerah berupa penertiban puluhan kafe ilegal di Desa Suranadi, Kecamatan Narmada. Diharapkan, eksekutif tidak setengah-setengah dan berani menutup tempat hiburan itu secara permanen.


TGH. Faizin, pimpinan Pondok Pesantren Tahfid Al-Qur’an Narmada menerangkan, keberadaan kafe di Desa Suranadi lebih banyak dampak buruknya daripada manfaatnya.


“Sekarang tidak sedikit anak-anak kami yang ditangkap karena narkoba, mabuk-mabukan dan tindakan maksiat lainnya. Ini ujung pangkalnya dari tempat hiburan yang tidak terkontrol itu,” katanya.


Dia menegaskan, harus diakui, banyak perbuatan maksiat lain yang ditimbulkan dengan keberadaan kafe-kafe Suranadi. Karena itulah yang disebutnya menjadi sumber dari tindakan-tindakan kejahatan lainnya. “Ibarat air, inikan mengalir kemana-mana. Sehingga yang perlu ditutup dulu adalah krannya. Mata airnya,” sambungnya.


Tuan Guru Faizin menambahkan, upaya penutupan oleh pemerintah daerah sejalan dengan misi yang diemban para tokoh agama, para pimpinan pondok pesantren. Sehingga dia menegaskan, mendukung penuh upaya tersebut. “Tugas kami memperbaiki akhlak umat. Jadi, kami apresiasi ketegasan pemerintah,” katanya.


Bahkan, pondok pesantren maupun lembaga pendidikan keagamaan lainnya bersedia membantu pemerintah dalam penertiban itu. Tuan Guru Faizin menegaskan, pihaknya siap kapanpun dibutuhkan. “Kami dari pesantren, mengemban amanat di bidang gama ini, sehingga sangat mendukung,” tambahnya.


Dalam memperbaiki akhlak anak bangsa, tidak semata tugas pihak-pihak tertentu. Begitu juga dengan penertiban Kafe di Suranadi, juga tidak bisa hanya diserahkan kepada jajaran pemerintah daerah. “Ayo bersama-sama, dan kami siap diajak duduk bareng,” ujar Tuan Guru Faizin.


Menurutnya, masih jenis pekerjaan lain yang bisa ditekuni para pengusaha maupun pekerja kafe ilegal itu. Terkait dengan hal itu, dia berharap kepada pemerintah daerah untuk menyediakan lapangan pekerjaan yang lebih layak. “Tentu perlu solusi dari pemerintah pasca penutupan itu,” pungkasnya. (bib/r3)

Editor : Galih Mps
#Lobar