Direktur Perlindungan WNI di Luar Negeri Kemenlu Judha Nugraha menyampaikan, Irma merupakan satu dari lima WNI yang hilang kontak ketika kejadian gempa. “Melalui kerja sama KBRI, pemerintah, Basarnas, BNPB, kepolisian telah berupaya menemukan almarhumah,” ujarnya.
Kemudian, pihaknya langsung menghubungi keluarga korban. Atas permintaan keluarganya, Kemenlu bersama pihak-pihak terkait mengurusi proses pemulangan jenazah ke Lombok. “Dan hari ini dapat kita bawa ke rumah duka,” katanya.
Kombespol Purwanto Puji Sutan, atase Kepolisian KBRI Angkara menambahkan, ada banyak pihak yang terlibat dalam proses pencarian jenazah. Di samping menemukan korban, pihaknya mendapati sejumlah barang milik Irma, seperti paspor dan lainnya. Seluruh barang yang ditemukan itu langsung diserahkan kepada pihak keluarga.
Dia mengatakan, proses pemulangan jenazah perempuan 31 tahun itu berjalan lancar. “Atas nama negara, kami menyerahkan seluruh barang dan harta milik jenazah,” tutupnya.
Nahrawi, orang tua almarhumah Irama Lestari mengaku sangat terpukul atas kepergian anaknya. Meski begitu, dia bersama seluruh keluarga telah mengikhlaskannya. “Sedih, tapi sebagai manusia, kita harus bisa menerima ketentuan dari yang kuasa,” ujarnya.
Nahrawi menceritakan, kabar duka tentang anaknya diterima 17 Februari 2023 dari Kedutaan Besar Indonesia. Dia menerangkan, dari informasi yang diterimanya, nyawa korban tidak bisa diselamatkan karena tertimpa reruntuhan apartemen tempat tinggalnya di kota Diyarbakir, Turki.
Dia menuturkan, putrinya berangkat menjadi PMI sejak 2 tahun lalu dan belum pernah pulang. Tetapi selalu ada kontak, dan sering berkirim kabar melalui telepon. “Kami telah mengikhlaskan kepergiannya, dan kami bersyukur bisa dipulangkan,” katanya. (bib/r3) Editor : Administrator