"Kegiatan Lebaran Topat tahun ini serasa sangat spesial karena tiga tahun Lombok Barat tidak merayakan akibat pandemi covid19," kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (29/4).
Lebaran Topat tahun ini diharapkan dapat menjadi obat rindu bagi masyarakat sekaligus momentum yang tepat untuk membangkitkan pariwisata Lombok Barat setelah diguncang musibah gempa 2018 dan Pandemi Covid1-9. Ia berharap Lebaran Topat dapat menumbuhkan semangat untuk bangkit dan produktif dalam memajukan pariwisata Lombok Barat.
"Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan masyarakat dapat menikmati," ujarnya.
Kegiatan dimeriahkan oleh lomba gunungan topat dari berbagai hotel di Pulau Lombok dan lomba dulang pesaji dari semua OPD di Lombok Barat. Selain itu prosesi ini juga diramaikan oleh bazar UMKM dan panggung hiburan dari sejumlah artis lokal.
Masyarakat sudah mulai memadati makam Batu Layar dan sepanjang pesisir pantai Senggigi sejak pagi. Petugas gabungan dari TNI, Polri, Dishub Lobar dan Pol PP berjaga disepanjang jalur untuk mengatur lalu lintas agar tidak macet.
Kepala Dinas Pariwisata NTB Jamaluddin Maladi memberikan apresiasi penyelenggaraan event Lebaran Topat di Lobar. Selain karena keunikannya, event ini juga menurutnya mampu memberikan dampak ekonomi secara langsung terhadap masyarakat.
“Kegiatan ini nanti akan kita coba usulkan dalam kalender event Kemenpar yakni KEN (Karisma Event Nusantara),” ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Lobar Fajar Taufik mengaku event Lebaran Topat mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat khususnya para pelaku UMKM. Sekitar 22 UMKM khususnya kuliner diberi kesempatan untuk menjajakan produk-produk mereka.
"Selain itu kita juga ajak para pelaku usaha pariwisata yang ada di Lombok Barat, bahkan ada yang dari Mataram ikut meramaikan lomba gunungan topat hari ini,” pungkasnya. (nur/r10) Editor : Baiq Farida