LombokPost-Polsek Batulayar, Lombok Barat, berupaya membuat para wisatawan yang datang ke wilayah Pantai Senggigi senyaman mungkin.
Hal ini dilakukan menyusul munculnya berbagai persoalan yang terjadi di beberapa destinasi wisata.
Kapolsek Batulayar Kompol Ricky Yuhanda mengatakan pihaknya terus melakukan pemantaun dengan berkoordinasi dengan berbagai pihak.
“Anggota kami bersama Polair Polres (Lombok Barat) memonitor tempat penyeberangan di Dermaga Senggigi. Ini menjadi salah satu pintu keluar masuk dari Bali ke Lombok,” kata Ricky Yuhanda, Ahad (10/9).
Pengamanan ditingkatkan pihak kepolisian menyusul dalam waktu dekat juga bakal dilaksanakan perhelatan MotoGP Mandalika. Untuk itu, koordinasi dilakukan tidak hanya dengan jajaran aparat dan tokoh masyarakat tetapi juga pelaku pariwisata.
“Kami koordinasi dengan pihak hotel terkait ketersediaan kamar saat perhelatan MotoGP nanti,” lanjutnya.
Terkait persoalan gangguan Kamtibmas di daerah wisata, Polsek Batulayar berupaya mengantisipasinya. Misalnya seperti persoalan yang tengah viral di media sosial kaitannya cekcok sopir angkutan online dengan para pengusaha transportasi setempat di kawasan Mandalikan. Hal semacama ini memang patut diantisipasi agar tidak mengganggu kenyamanan wisatawan.
“Kalau masalah ini (persoalan transportasi), memang harus diselesaikan juga oleh Pemda. Masalah angkutan menjadi kewenangan Dinas Perhubungan. Harus jelas aturannya dan segera disosialisasikan kepada masyarakat,” pintanya.
Hal ini dinilai penting agar tidak menimbulkan persoalan di tengah masyarakat. Khususnya di kalangan pengusaha jasa transportasi. Jika tidak ada turan yang jelas, bukan tidak mungkin kejadian serupa bisa kembali terulang.
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB Jamaluddin juga meminta semua pihak turut menjaga kondusivitas daerah. Kenyamanan dan keamanan ditegaskannya menjadi faktor penting pendukung pariwisata. “Kalau wisatawan merasa nggak nyaman dan nggak aman, bukan hanya mereka tidak datang lagi. Bahkan bisa jadi mereka nanti cerita pengalaman buruknya kepada keluarga dan temannya,” bebernya.
Sehingga hal ini tentu bisa merugikan pelaku pariwisata yang ada di Lombok. Untuk itu, ia berterima asih kepada aparat kepolisian di kawasan wisata yang berupaya menjaga keamanan dan kenyamanan para wisatawan. “Kalau masalah transportasi ini, perlua ada atensi khusus dari masing-masing Dinas Perhubungan kabupaten kota. Biar tidak terus menerus terjadi hal yang merugikan kita semua,” tandasnya. (ton)
Editor : Marthadi