LombokPost-Dua event seni dan budaya di Lombok Barat saat ini dalam tahap kurasi untuk masuk kalender pariwisata nasional 2024.
Hal ini disebutkan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) Fajar Taufik.
“Saat ini sedang proses penilaian tahap dua,” kata Fajar saat ditemui di ruangan kerjanya, kemarin.
Fajar menyebutkan, event tersebut adalah Perang Topat dan Lebaran Topat.
Perang Topat untuk tahun ini juga sedang digelar. Dengan melibatkan semua unsur masyarakat.
Mulai dari tokoh masyarakat desa, kecamatan, dan tokoh agama dari umat Hindu dan umat Islam.
Karena ini perpaduan kolaborasi sebagai simbol persatuan ummat beragama hindu dan islam.
“Ini sudah jadi event tahunan di Lombok Barat. Sesuai dengan kalender Bali,” katanya.
Gelaran Perang Topat kemarin menurutnya berjalan lancar.
Tinggal menunggu hasil evaluasi dari Direktur Event Daerah Kemenparrkraf dalam tiga hari kedepan. Sekaligus menjadi penilaian dalam kurasi tahap II ini.
“Tadi pagi saya dihubungi kalau hasil evaluasinya keluar tiga hari ke depan,” terangnya.
Menurutnya, selain menjadi ajang toleransi ummat beragama event ini juga berdampak bagi perputaran ekonomi.
Ia mengklaim perputaran ekonomi yang terjadi dalam event ini sangat besar. Utamanya berdampak bagi UMKM yang ada di sekiataran Kecamatan Lingsar.
Tentunya, efek domino inilah yang juga menjadi pertimbangan dalam penilaian event untuk pariwisata nasional 2024 nanti.
“Perputaran ekonomi sangat bagus. Dengan jumlah yang tidak bisa saya pastikan. Yang jelas sangat-sangat bermanfaat bagi masyarakat Lingsar,” ucapnya.
Perang topat sudah terdaftar sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dan masuk dalam (Kharisma Event Nusantara). Ini membuatnya optimis untuk perang topat lolos dalam penilaian tersebut.
Kemudian untuk Lebaran Topat yang sebagai budaya masyarakat Lombok Barat pada sepekan setelah Idul Fitri.
Jika lolos, rencananya akan digelar di Lembar Selatan. Karena sebagai sebagai bentuk apresiasi pemda Lobar kepada desa Lembar Selatan yang telah berhasil menjadi juara III ADWI Agustus lalu.
“Dan untuk perang topat lokasinya tetap dari dulu di Lingsar,” jelasnya.
Awalnya, pihak Dispar Lobar mengajukan tiga event, tambahannya yakni Senggigi Sunset Jazz.
Namun pada kurasi tahap I Senggi Sunset Jazz tidak lolos. Solusinya, untuk Senggigi sunset jazz akan diusulkan Dispar Lobar melalui program sportive yang ada di Kemenparekraf.
“Walaupun sebenarnya saingannya berat-berat kalau ini. Ada Ngayogya jazz, Prambanan jazz, dan Java jazz,” bebernya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata NTB Jamaludin Malady mengatakan ada enam event pariwisata NTB yang sedang dikurasi Tim Independen Kemenparekraf. Hasilnya akan diumumkan pada 6 Desember nanti.
“Dari Lombok Barat ini dua event. Kecuali Senggigi Sunset Jazz itu dihapus ya,” kata Jamal.
Jamaluddin menjelaskan event pariwisata yang diusulkan pemerintah daerah dilihat perputaran ekonominya.
Jika dampak ekonominya besar, maka event pariwisata yang diusulkan pemerintah daerah akan lolos kurasi.
“Jadi dihitung-hitung dulu di sana. Dilihat mana yang lebih banyak perputaran ekonominya. Itu yang lolos," terangnya. (cr-chi/r3)
Editor : Marthadi