Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sampah di Sungai Pitung Bangsit Kediri Selatan Terus Menggunung, ini Respons DLHK NTB

Sanchia Vaneka • Senin, 22 Januari 2024 | 12:20 WIB
MENUMPUK : Gunungan sampah di sungai Pitung Bangsit, Desa Kediri Selatan yang sangat mengganggu kenyamanan. (CHIA//LOMBOK POST)
MENUMPUK : Gunungan sampah di sungai Pitung Bangsit, Desa Kediri Selatan yang sangat mengganggu kenyamanan. (CHIA//LOMBOK POST)

LombokPost-Gunungan sampah di Sungai Pitung Bangsit, Kediri Selatan sampai saat ini belum tertangani.

Sampah tersebut merupakan sampah kiriman dari tiga desa yang dilalui aliran sungai tersebut.

“Sampah ini dari hulu, tidak bisa kita cegat di tengah. Tetap saja akan menumpuk,” kata Kepala Desa Kediri Selatan, Edi Erwinsyah.

Ia menyebut, sampah ini bawaan dari hulu tiga desa yang dilalui oleh aliran sungai Pitung Bangsit. Pertama dari Desa Montong Are, kemudian Kediri Induk, dan menumpuk di Kediri Selatan.

“Sampah itu di bawah, tidak bisa kita naikkan. Nanti tunggu dibawa air saja itu,” 

Pemandangan gunungan sampah ini sangat terlihat karena posisi sungai yang berada di salah satu area pondok pesantren di Kediri. Setiap pekannya akan menjadi sorotan masyarakat bahkan wali santri yang menjenguk anaknya. 

Dengan itu, ia pernah berencana untuk membuat penjaringan di tiap batas sungai atau desa. agar sampah tidak langsung terbawa ke sungai wilayah Kediri Selatan. Namun, sampai saat ini belum ada kesepakatan dari tiga desa yang dilalui oleh sungai ini. 

“Saya sering sarankan ke pihak kecamatan mari kumpulkan tiga desa tersebut. Tidak mungkin hanya saya yang buat jaring. Sedangkan Kediri Induk masyarakatnya juga buang sampah ke kali,” terangnya. 

Beberapa waktu lalu di tahun 2023, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) provinsi sudah turun untuk melakukan pengangkutan sampah menggunakan eskavator. Karena memang yang memiliki tanggung jawab dalam hal ini sebenarnya adalah pemprov melalui Badan Wilayah Sungai (BWS). Sejauh ini memang pihak desa saja yang melakukan pengangkutan terhadap sampah di Sungai Pitung Bangsit tersebut. 

“Biasanya sekali sebulan kita lakukan pembersihan,” imbuhnya. 

Tidak sampai disitu, menurutnya solusi untuk sampah ini yang pertama adalah pemanfaatan TPS3R. Sayangnya, TPS3R di Kecamatan Kediri tersebut tidak pernah dimanfaatkan. Kemudian disusul oleh edukasi masyarakat untuk memilah sampah dari rumah. 

“Kalau sebenarnya itu berjalan, kita bisa melakukan edukasi ke masyarakat. Tapi ini tidak jalan, jadi tidak pernah ada edukasi untuk masyarakat. Itu langkah yang saya pikir paling bagus” jelasnya. 

Dalam kesempatan berbeda, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Pencamaran Lingkungan DLHK Provinsi NTB, Firmansyah mengatakan akan mengoptimalkan penanggulangan dari pihak pemkab terlebih dulu. 

“Nanti DLH Lobar kita minta untuk menghimpun camat dan kades setempat. Ini sudah saya infokan melalui Kabidnya di grup WhatsApp Kabid DLH se NTB. Semoga lekas ditangani,” kata Firmansyah melalui pesan WhatsApp nya. (chi/r3)

 

Editor : Kimda Farida
#Giri Menang #sampah #sungai