LombokPost-Intensitas hujan yang tinggi dan rutin beberapa waktu akhir menyebabkan beberapa titik terendam banjir. Tiga Desa di Kecamatan sekotong diterjang banjir pada Minggu malam (17/3).
”Dari tahun ke tahun memang seperti itu yang terjadi. Seperti kejadian pada minggu malam kemarin,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Lobar Syahrudin.
Syahrudin menjelaskan, jika intensitas hujan melebihi dari ambang normal pasti akan terjadi luapan air. Ditambah lagi, dengan alih fungsi yang marak terjadi pada bukit bukit di Sekotong. Sehingga material yang dibawa aliran air dari atas membawa material batu-batu kecil, pasir, kayu, dan lumpur yang masuk ke sungai. ”Ini yang mengendap menjadi segmen yang terus mendangkalkan sungai,” jelasnya.
Dalam bencana tersebut, jumlah korban diperkirakan mencapai ribuan kepala keluara terendam. Mereka tersebar di tujuh dusun dari tiga desa, yakni Dusun Karang Lebah, Dusun Sekotong 1, Dusun Sekotong 2, Dusun Tanjung Batu, Dusun Bengkaung, Dusun Pengantap, Dusun Kebeng.
Untuk mengantisipasi adanya banjir susulan karena potensi hujan masih ada, BPBD meminta dilakukan pengerukan dan pengangkatan material banjir. ”Sudah saya minta camat bersurat ke Dinas PUPR agar dilakukan pengerukan material. Karena PUPR yang punya alat berat,” sarannya.
Kedepannya, untuk pencegahan BPBD akan melakukan beberapa upaya sebagai solusi jangka pendek. Solusi yang ditawarkan dengan melakukan pengerukan setiap satu tahun sekali. ”Hanya itu yang bisa kita lakukan untuk sementara. Harus ada solusi lain untuk jangka panjangnya, “ paparnya.
Selain itu, BPBD mengupayakan agar bisa dilakukan penanaman pohon. Dengan program yang menanam jenis pohon tertentu yang mampu menahan meresap air. ”Itu yang sekarang kami kerja samakan dengan membuat bibit di Lombok Tengah,“ terangnya.
Masyarakat terdampak membutuhkan bantuan seperti air bersih, terpal, selimut, matras, dan makanan siap saji. Saat ini kebutuhan masyarakat sedang diupayakan dengan berkoordinasi bersama Dinas Sosial dan Dinas Ketahanan Pangan Lombok Barat.
Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan Damayanti Widyaningrum menyarankan agar desa segera melakukan pendataan dan bersurat agar bisa diberikan bantuan berupa beras dari Dinas ketahanan Pangan. ”Mohon segera lakukan pendataan dan segera bersurat untuk bantuan beras,” tandasnya. (chi/r12)
Editor : Akbar Sirinawa