Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wisata Ranget Jadi Pilihan Ribuan Warga Lobar saat Rayakan Lebaran Topat

Sanchia Vaneka • Sabtu, 20 April 2024 | 10:05 WIB
RAMAI: Rombongan masyarakat saat datang berlibur ke pemandian Ranget, beberapa waktu lalu.
RAMAI: Rombongan masyarakat saat datang berlibur ke pemandian Ranget, beberapa waktu lalu.

LombokPost-Wisata alam mata air Ranget yang terletak di Desa Sesaot Kecamatan Narmada menjadi salah satu lokasi yang banyak dikunjungi masyarakat saat lebaran topat.

”Bahkan dalam sehari, bisa mencapai ratusan orang,” kata ketua Forum dan Pokja Wisata Alam Ranget Saptori. 

Jika dilihat dari penjualan tiket, sekitar 8000 lebih orang yang sudah berkunjung saat libur lebaran. Ditambah dengan kondisi saat perayaan lebaran topat.

Dalam sehari, wisatawan yang berkunjung ke sana bisa mencapai 500 orang. Angka ini diakuinya mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan hari libur lain di luar libur lebaran.

”Ada peningkatan sebenarnya, sejak pengelolaan mulai kami fokuskan. Dengan upaya menjaga kebersihan, kemudian peningkatan pelayanan. Rata-rata kalau libur itu, sehari bisa 300-400 pengunjung,” jelasnya.

Wisata alam yang berasal dari mata air Ranget ini telah dibuka secara resmi pada 2021 lalu. Bekerjasama dengan KPH Rinjani Barat, koperasi dan forum Ranget.

Inilah yang menarik wisatawan untuk datang menikmati mata air yang mengalir secara langsung. Ditambah lagi dengan jamuan kuliner khas wilayah Narmada seperti sate bulayak dan sebagainya.

Tiket masuk untuk wisata alam ini juga dikelola stakeholder yang bekerjasama.

Di mana pengelolaannya melalui kerjasama antara Dinas LHK NTB dengan KPH Rinjani Barat.

Kemudian dengan Koperasi Rinjani Barat sebagai pengelola dan forum Ranget yang bekerjasama dengan koperasi sebagai Pokja di lapangan.

Sehingga untuk bagi hasil juga sudah diatur dalam Surat Perjanjian Kerja Sama (SPKS). Sebagian hasil retribusi untuk pemda dan juga ke Pokja. 

Sedangkan BumDes Suranadi yang menjadi wilayah wisata tersebut belum bisa terlibat dalam pengelolaan. Karena Desa Suranadi belum memiliki Peraturan Desa (Perdes) wisata.

”Pengelolaan karcisnya sama dengan lokasi-lokasi wisata seperti di wisata Aik Nyet dan Bunut Ngengkang. Masyarakat juga sudah jelas dilibatkan,” paparnya.

Dengan adanya kerjasama, diakuinya hampir 15 orang masyarakat setempat bisa bekerja. Mulai dari petugas tiket, parkir, hingga petugas kebersihan.

Sehingga pihaknya menilai pengelolaan wisata alam Ranget memberi peningkatan pendapatan masyarakat. Walaupun baru sebagian. 

”Namun dari pembagian hasil ke forum Ranget, kami berupaya membagi lagi ke dusun. Yang nantinya bisa digunakan untuk kemajuan dusun,” cetusnya.

Kedepan, wisata alam Ranget juga direncanakan tidak hanya menjadi objek wisata alam, tetapi juga wisata budaya.

Terlebih, di area wisata tersebut juga terdapat situs Kemalik seperti yang ada di Pura Lingsar yang disakralkan masyarakat.

Biasanya sering dijadikan sebagai lokasi untuk acara-acara yang sarat akan tradisi dan kebudayaan oleh masyarakat setempat.

”Situs Kemalik yang di Ranget ini seluas 2 are dan disakralkan masyarakat. Di dalamnya ada mata air dan bangunan tempat beracara,” tandasnya. (chi/r12) 

 

Editor : Rury Anjas Andita
#Lobar #wisata #Sesaot