Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pilkada Lobar: Winengan Menunggu Ajakan dan Siap Mundur

Sanchia Vaneka • Kamis, 25 April 2024 | 12:30 WIB
Lalu Winengan.
Lalu Winengan.

LombokPost-Sejumlah nama birokrat muncul menjadi calon pendamping Sumiatun di Pilkada Lobar mendatang.

Salah satunya Lalu Winengan yang saat ini menjabat sebagai Kadis PUTR.

”Saya hanya menunggu ajakan Ibu Sumiatun, kalau diajak saya siap. Maka saya siap dari segalanya termasuk juga finansial,” kata Winengan, Rabu (24/4). 

Sosok mantan Bupati Lobar Sumiatun nampaknya masih menjadi magnet dalam kancah perpolitikan Lobar.

Bahkan, setelah menegaskan diri kembali maju menuju kursi Lobar 1, beberapa nama mulai digadang-gadang menjadi wakilnya.

Sumiatun juga membeberkan dirinya mengincar seorang birokrat sebagai pasangannya. Winengan menjadi salah satu orang yang masuk dalam kriteria tersebut.

Winengan mengakui bahwa sosok Sumiatun merupakan sosok perempuan tangguh dan keibuan. 

”Kalau bersama beliau, itu bisa menjaga saya selaku orang tua, bisa mengawal saya. Kalau yang lain itu seumuran dengan saya, kemampuan sama, dan belum tentu finansial juga sama. Saya memang ASN, tapi kita sudah tahu politik itu bagaimana,” jelasnya. 

Bahkan, jika diajak atau ditawari Sumiatun, Winengan mengaku siap dengan segala resiko akibat sikap politiknya, termasuk mundur sebagai ASN.

”Tapi saya tidak ngoyo untuk melamar, saya tidak mau seperti itu. Saya hanya mau jika diajak,” tegasnya. 

Winengan mengaku bahwa dia berencana melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) agar kalangan ASN memiliki hak politik yang sama.

”Saya sudah siapkan materi untuk menggugat ke MK, supaya ASN tidak perlu mundur jika maju pilkada. Jangan dinafikan ASN, saya sedang mencari ahli Tata Negara untuk melayangkan gugatan,” tuturnya. 

Terkait dengan spanduk atau baliho yang sudah bersebaran dimana-mana. Khususnya yang memasang fotonya disandingkan dengan Sumiatun, dirinya mengaku itu bukan instruksi darinya.

Selama ini dirinya tidak pernah membuat baliho maupun atribut lain. 

”Itu mungkin relawan dan memang disampaikan setelah terpasang. Sampai detik ini saya tidak pernah meminta dipasangkan atau dibuatkan baliho maupun baju, itu murni gerakan relawan,” dalihnya. 

Disamping kesiapan dana dan popularitas yang dimilikinya sebagai modal untuk maju pilkada, dia nampak tidak tertarik untuk menyalonkan diri sebagai calon bupati.

 ”Saya tidak ingin berkonflik, itu alasan saya tidak ingin maju sebagai calon bupati. Jika ditanya mau, maaf, sapi pun ditanya jika dia bisa bicara pasti mau,” pungkasnya. (chi/r12) 

 

Editor : Kimda Farida
#bupati #Lobar #Pilkada