Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bawaslu Lobar Bertekad Tingkatkan Partisipasi Pemilih di Pilkada

Sanchia Vaneka • Kamis, 13 Juni 2024 | 12:50 WIB
FOTO BERSAMA: Bawaslu menggelar sosialisasi peningkatan partisipatif pengawasan pemilu di Senggigi, beberapa waktu lalu.(CHIA/LOMBOK POST)
FOTO BERSAMA: Bawaslu menggelar sosialisasi peningkatan partisipatif pengawasan pemilu di Senggigi, beberapa waktu lalu.(CHIA/LOMBOK POST)

LombokPost-Bawaslu Lombok Barat berusaha meningkatkan pengawasan partisipatif pemilih pada pilkada yang akan berlangsung November mendatang.

Hal ini data angka partisipatif pengawasan pemilu lalu, hanya dibawah 50 persen.

”Kalau bisa keterlibatan masyarakat ini 80 persen,” kata Ketua Bawaslu Lobar Rizal Umami, Rabu (12/6). 

Menurut Rizal, tingkat partisipasi 50 persen pada pemilu lalu sangat rendah.

Inilah yang menjadi motivasi Bawaslu Lobar terus menyosialisasikan partisipatif pengawasan kepada masyarakat.

Agar jalannya pelaksanaan pesta demokrasi itu berjalan adil dan jujur.

”Sejujurnya demokrasi yang menurut kami itu bisa melibatkan semua unsur masyarakat baik untuk mengawasi maupun mengawal jalanya pemilu dengan baik. Ya kalau tidak ingin melaporkan setidaknya ditegur,” terangnya. 

Meski pada pelaksanaan pemilu lalu partisipasi pemilih cukup tinggi mencapai 81 persen secara nasional. Namun pengawasan terhadap berbagai dugaan kecurangan saat pelaksanaan pemilu dinilai belum maksimal.

Langkah evaluasi partisipan itu dilakukan dengan mengelar sosialisasi melibatkan sejumlah organisasi kepemudaan (OKP).

”Evaluasi ini kita maksudkan agar partisipasi masyarakat tidak sekedar datang ke TPS untuk memilih saja tetapi juga dalam pengawasan,” jelasnya. 

Rizal menilai masyarakat terutama pemuda bisa menjadi pengawas atau memberikan edukasi kepada orang sekitarnya terkait indikasi kecurangan saat pelaksanaan pemilihan itu.

Karena meski sudah ada pengawas di tingkat kecamatan hingga TPS, namun terbatas jumlahnya. Sehingga masyarakat bisa berpartisipasi dalam pengawasan.

”Masyarakat harus aktif melaporkan dugaan kecurangan dan lain sebagainya. Tentu tidak sekedar meneriakan saja tapi bisa kami proses dugaan kecurangan dengan pembuktian dan sebagainya,” tegasnya. 

Lebih lanjut, Rizal menegaskan langkah pencegahan kecurangan itu tidak hanya bisa dilakukan Bawaslu saja.

Namun semua pihak agar kecurangan itu tidak berdampak kepada kerugian bagi peserta pemilu. Bawaslu berharap langkah sosialisasi yang dilakukan bisa meningkatkan angka partisipatif masyarakat hingga diatas 80 persen.

Terkait tindaklanjut segala bentuk laporan, Rizal menegaskan pihaknya pasti akan merespon semua aduan masyarakat.

Tidak terkecuali juga dengan kritik kinerja dari penyelengara pemilu maupun pengawas.

”Ketika menerima kritik kami harus menerikanya dengan baik dan menindaklanjuti dengan perbaikan. Kita bawaslu harus dewasa berpolitik dan terbuka dalam menerima keritik,” tandasnya. (chi/r12)

Editor : Kimda Farida
#Bawaslu #Lobar