LombokPost-Pemkab Lombok Barat menjadi kabupaten terbaik dalam TPID Award wilayah Nusa Tenggara, Maluku dan Papua sebagai TPID Kabupaten/Kota Berkinerja terbaik.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Jumat (14/6) dalam kegiatan Rakornas Pengendalian Inflasi.
”Ini menjadi semangat motivasi kebanggan untuk terus menjaga ke stabilan ekonomi daerah,” kata Pj Bupati Lobar Ilham dalam konferensi pers yang dilakukan di Kantor Bupati Lobar, Rabu (19/6).
Ilham menjelaskan angka inflasi Lobar terakhir ada pada angka 3,18 persen.
Angka inflasi Lobar masih merujuk pada angka inflasi Kota Mataram.
Penyumbang inflasi di Lobar berbeda dari bulan ke bulannya.
Namun yang terakhir, masih pada seputaran komoditi bawang merah, beras, dan ayam ras.
”Sesekali juga telur ayam ras. Cabai juga menjadi komoditi yang beberapa saat menjadi penyumbang inflasi yang tinggi,” jelasnya.
Melihat data tersebut, Pemkab Lobar memiliki beberapa strategi sinergitas dalam pengendalian inflasi ini.
Pertama, TPID yang diketuai Pj Sekda Lobar membuat rencana aksi daerah untuk pengendalian inflasi.
Kemudian membentuk posko sigap inflasi daerah yang bertujuan untuk mensinkronkan data di lapangan terkait dengan pergerakan harga yang ada di pasar.
Agar mengetahui fluktuasi harga dan laju inflasi di daerah.
Hal ini dilakukan oleh banyak OPD yang terkait. Dengan mensurvei pasar tiap minggunya.
”Hasilnya itu kita sinkronisasi,” cetusnya.
Selain itu, pemkab juga menggelar operasi pasar yang dilakukan OPD terkait seperti disperindag dan dinas ketahanan pangan.
Ini untuk memberikan harga murah bagi masyarakat.
Juga sekaligus memantau harga dan komoditas di pasar.
Melihat kesulitan pedagang untuk mendapatkan barang-barang yang ada di pasar untuk dijualkan yang kemudian nantinya permasalahan tersebut dikoordinasikan dengan pihak terkait.
”Mungkin akan berkoordinasj dengan Bulog jika berbicara terkait harga. Kalau terkait bawang dan cabai bisa berkoordinasi dengan petani,” tuturnya.
Pemkab Lobar melakukan kerja sama dengan wilayah penghasil komoditi tertentu.
Semisal cabai dan bawang bekerja sama dengan Pemkab Lombok Timur.
Menggerakkan petani untuk menanam cabai dengan membantu bibit cabai agar kedepan, daerah tidak terpengaruh.
”Inflasi ini tidak boleh terlalu tinggi juga tidak boleh terlalu rendah mengalami deflasi. Karena itu akan memengaruhi pertumbuhan yang ada di daerah,” tandasnya. (chi/r12)
Editor : Kimda Farida