LombokPost-Keadaan sekolah di Lombok Barat mulai dari tingkat TK, SD, dan SMP masih perlu renovasi dan rehabilitasi.
Ini membutuhkan perhatian khusus dari pemkab.
”Kita akan upayakan itu. Kalau ada di anggaran perubahan kita akan selesaikan di perubahan. Kalau tidak, nanti di 2025,” kata Kepala Dikbud Lobar Maad Adnan.
Adnan menjelaskan sekolah masih membutuhkan perbaikan dalam beberapa hal. Misalnya atap sekolah, meubeler, dan sebagainya.
”Kita tidak mau saat anak-anak belajar justru ada air yang bocor ketika hujan,” katanya.
Saat ini pihaknya mengaku sedang melakukan pengusulan Dana Alokasi Khusus (DAK).
Dalam hal ini, perlu adanya penginputan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) oleh masing-masing operator sekolah.
”Apakah masuk di dapodik turunan kementerian itu. Kalau masuk berarti masuk ke DAK,” cetusnya.
Salah satu sekolah yang masih membutuhkan perbaikan seperti SDN 5 Banyumulek.
Salah satu guru SDN 5 Banyumulek Muhammad Sahir mengatakan ada beberapa ruang kelas dengan kondisi memprihatinkan.
”Itu genteng kami sudah lama bocor. Jadi kalau belajar terus hujan, anak-anak cari yang tidak kena air,” kata Sahir.
Sahir menjelaskan kelas tiga memiliki dua rombongan belajar (rombel). Ini yang menyebabkan kelas dengan 44 murid tersebut dibagi menjadi dua ruangan. Memanfaatkan ruang perpustakaan sebagai kelas dengan sistem belajar lesehan.
”Kalau kita jadikan satu, itu nanti terlalu gemuk kelasnya,” terangnya.
Meski berada di desa, ternyata SDN 5 Banyumulek memiliki jumlah murid banyak.
Bahkan tiap tahunnya saat PPDB tidak pernah kekurangan murid.
Sehingga perlu adanya perhatian terhadap fasilitas kelas, seperti ruang kelas baru (RKB) dan musola.
”Biar kita tidak pakai perpus lagi,” cetusnya.
Menurut Sahir, pihaknya telah sering melaporkan persoalan ini ke Dikbud Lobar.
Namun masih belum ada tanggapan, sehingga saat ini pihak sekolah hanya diminta untuk menunggu.
Begitu juga dengan janji rehab yang akan dilakukan pemkab. Pasalnya, sejak 2009 sampai saat ini sekolah tersebut tidak pernah disentuh untuk renovasi.
”Ya disuruh tunggu. Kita berharap ada bantuan untuk rehab dan RKB nya,” tandasnya. (chi/r12)
Editor : Kimda Farida