Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Empat Paslon Kompak Soroti PAD Rendah Pada Debat Kedua

nur cahaya • Jumat, 15 November 2024 | 09:25 WIB

 

ADU GAGASAN: Para paslon bupati dan wakil bupati Lombok Barat menyampaikan visi-misi dan gagasan dalam debat kedua di Hotel Merumatta Senggigi, Rabu (13/11). UMAR/LOMBOK POST   
ADU GAGASAN: Para paslon bupati dan wakil bupati Lombok Barat menyampaikan visi-misi dan gagasan dalam debat kedua di Hotel Merumatta Senggigi, Rabu (13/11). UMAR/LOMBOK POST  

 

LombokPost-Debat kedua pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat berjalan seru, Rabu (13/11) malam. Keempat paslon adu gagasan tentang sejumlah topik dalam debat yang mengangkat tema sinergitas kebijakan strategis pemerintah pusat-daerah dan memperkokoh keutuhan NKRI.

Salah satu yang menjadi sorotan menarik terkait pendapatan asli daerah (PAD). Menariknya, keempat paslon kompak mengkritisi rendahnya target dan capaian PAD Lobar dari tahun ke tahun.

Berdasarkan laporan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lobar soal persentase capaian PAD 2023 hanya 53,87 persen. Sehingga Pemkab Lobar menurunkan target PAD 2024 menjadi Rp 380,6 miliar. Angka itu masih sangat jauh dari kebutuhan anggaran pembangunan Kabupaten Lobar.

Paslon nomor 4 Lalu Ahmad Zaini-Nurul Adha diberi waktu menjawab lebih dulu menilai target pendapatan itu terlalu rendah. Pemkab harus mendorong peningkatan PAD untuk membiayai pembangunan daerah. ”Sebetulnya potensi PAD kita sangat besar. Pemkab harus kreatif mencari sumber PAD baru,” kata Cawabup Nurul Adha.

Potensi itu tersebar di banyak sektor. Seperti sektor pariwisata, pengembangan pasar dan UMKM, desa wisata, pajak dan retribusi hingga memaksimalkan potensi pendapatan dari BUMD. ”Menarik pajak hotel dan restoran harus dengan digital. Ini untuk mencegah kebocoran pendapatan,” terangnya. 

Cabup nomor 1 Nauvar Furqony Farinduan mengaku sangat prihatin dengan capaian PAD Lobar yang minim. Selain target yang rendah, realisasi juga tidak pernah mencapai target.

Jika terpilih sebagai bupati dan wakil bupati Lobar, maka akan dilakukan sejumlah kebijakan. Salah satunya penguatan kelembagaan yang terlibat dalam  pemungut PAD di Lobar. Termasuk sistem pembayaran digital. Ini agar terjadi transparansi dan akuntabilitas. Hal ini sangat urgen dilakukan untuk menekan angka kebocoran. Dengan strategi itu, dia optimis PAD Lombok Barat bisa naik Rp 100-150 miliar per tahun.

Paslon 2 Nurhidayah-Imam Kafali menawarkan dua solusi untuk menjawab peningkatan PAD. Yaitu melalui jalan baru baru pariwisata dan jalan baru tata kelola pemerintahan. Jalan baru pariwisata akan mendorong dan mengembangkan pariwisata Lobar. Dengan cara membangun infrastruktur, perbaikan jalan, penambahan lampu penerang jalan umum hingga revitalisasi tempat-tempat wisata.

”Kami akan menggelar 10 event internasional setiap tahun. Ini akan mendongkrak banyak wisatawan masuk ke Lombok Barat,” jelas Nurhidayah.

Menurutnya, menggelar event bertaraf internasional tidak terlalu sulit. Apalagi Lobar sangat kaya dengan sumber daya alam dan kekayaan sosial budaya di tengah masyarakat. ”Kuncinya harus ada kelola pemerintahan yang bersih dalam menekan kebocoran pendapatan. Kami ingin semua OPD harus jujur dan bersih agar bebas korupsi,” paparnya. 

Cawabup nomor 3 Ibnu Salim mengatakan pembenahan administrasi pemerintahan menjadi kunci dalam mengerek pendapatan daerah. Termasuk melalui penataan sistem digitalisasi. Petugas penarik pajak dan retribusi harus dievaluasi secara berkala. ”Persoalan selama ini terkait petugas. Padahal mereka bisa mencapai target yang ditentukan,” ujar Ibnu.

Dia menuding selama ini Pemkab Lobar hanya mau menetapkan target pendapatan yang gampang diraih. Tujuannya agar petugas mendapatkan insentif. Padahal pemkab bisa menetapkan target pendataan yang jauh lebih besar.

Ibnu Salim setuju bidang pariwisata Lombok Barat harus dibenahi. Senggigi, contohnya. Membutuhkan banyak pembenahan untuk mengerek jumlah wisatawan. Seperti menambah lampu penerang jalan, menambah fasilitas umum seperti toilet, tempat sampah hingga pelabuhan harus diperbaiki. (mar/r12)

Editor : Akbar Sirinawa
#wisatawan #paslon #debat #Lobar #PAD #kebocoran #opd #insentif