LombokPost-Penjabat (Pj) Bupati Lobar Ilham memberi otokritik terhadap kinerja investasi di Kabupaten Lombok Barat.
Dia meminta jajarannya, khususnya Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemkab Lobar untuk memperbaiki kinerja.
Mulai dari memberikan kemudahan perizinan hingga memberi respon cepat atas usulan investor.
Terkait respon time dia menilai sangat lambat.
Semua kondisi itu membuat para investor menjadi ragu untuk berinvestasi di Lombok Barat.
”Ini adalah problem-problem yang dihadapi investor,” tegas Ilham.
Atas persoalan itu, dia mengakui kondisi tersebut membuat investor besar sulit masuk ke Lobar. Mulai dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun investor penanaman modal asing (PMA).
Beberapa tahun terakhir ini, PMDN dan PMA hampir tidak ada yang masuk berinvestasi di Lobar. Hanya perusahaan kecil berskala UMKM.
”Mereka agak ragu berinvestasi di Lobar. Karena perizinan yang masih harus diperbaiki dan dipercepat,” paparnya.
Ilham juga mengugkapkan bahwa Investor memiliki keraguan karena faktor keamanan dan kenyamanan dalam berinvestasi.
Oleh karena itu, setiap OPD yang terlibat dalam urusan perizinan maupun investasi harus memperbaiki kinerja.
Dia meminta untuk memperkuat koordinasi lintas sektoral.
”Karena itu juga mempengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap investasi di daerah kita,” tandasnya.
Diketahui, realisasi investasi yang masuk ke Lobar memang terbilang minim.
Dari target investasi Rp 700 miliar tahun 2024, sampai akhir triwulan tiga atau September 2024 lalu, investasi baru tercatat 40 persen atau sekitar Rp 280 miliar.
”Kalau total berapa investasi tahun 2024 baru kita tahu di Januari tahun ini. Sistemnya memang begitu,” kata Kepala DPMPTSP Lobar Hery Ramadhan.
Meski demikian, dia merasa pesimistis kalau realisasi investasi bisa mencapai target 100 persen.
Realisasi investasi pun didominasi PMDN. Rata-rata merupakan usaha kecil mikro (UKM) yang sedang membuka usaha baru.
Tidak ada perusahaan besar apalagi penanaman modal asing (PMA).
Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Lobar Ahyar Rosyidi meminta pemkab melalui DPMPTSP untuk makin gencar menggaet peluang investasi.
Tujuannya agar investasi besar bisa masuk Lombok Barat. Sosialisasi ke pelaku usaha harus terus dilakukan.
”Misalnya perlu promosi berupa kemudahan investasi dan perizinan menjadi terobosan untuk menggaet peluang investasi,” kata Ahyar.
Salah satu upayanya dengan mengikuti berbagai event yang mempromosikan kemudahan investasi. Baik event yang digelar di Kota Mataram atau di luar NTB.
Termasuk memanfaatkan sarana media sosial.
”Manfaatkan media sosial. Dampaknya cukup luas. Nanti pasti banyak investor datang untuk menanyakan peluang investasi,” pungkasnya. (mar/r12)
Editor : Kimda Farida