Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pekerja Migran Indonesia Asal Lombok Barat Jadi Korban Pembacokan di Malaysia

Umar Wirahadi • Kamis, 16 Januari 2025 | 18:57 WIB

 

MINTA BANTUAN: Tantowi Jauhari menunjukkan foto ayahnya, Leman, 41 tahun, yang menjadi korban pembacokan di Pahang, Malaysia.
MINTA BANTUAN: Tantowi Jauhari menunjukkan foto ayahnya, Leman, 41 tahun, yang menjadi korban pembacokan di Pahang, Malaysia.

LombokPost-Kabar duka kembali menimpa Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lombok Barat (Lobar). Pria bernama Leman, 41 tahun, warga Desa Eyat Mayang, Kecamatan Lembar, dikabarkan mengalami luka bacok di sekujur tubuhnya. Sampai sekarang pria itu masih dirawat di rumah Rumah Sakit Sultan Haji Ahmad Shah, distrik Temerloh, negara bagian Pahang, Malaysia.

Keluarga korban mendatangani Komisi IV DPRD Lobar untuk difasilitasi  bantuan kepada Pemkab Lobar, Rabu (15/1). ”Ayah saya jadi korban pembacokan. Ini percobaan pembunuhan kepada ayah saya,” kata Tantowi Jauhari, anak korban saat ditemui di DPRD Lobar.

Diceritakan, insiden itu terjadi 6 Januari lalu. Saat kejadian, korban bersama PMI yang lain berada dalam satu asrama perkebunan kelapa sawit. Malam itu pukul 03.00 dini hari, mereka menerima informasi adanya razia dari kepolisian Malaysia. Semua disuruh lari untuk menghindari razia polisi. Tapi hanya korban yang tidak melarikan diri karena tidak yakin ada razia polisi. ”Setalah balik itu semua PMI tadi nyari ayah saya. Ketika itu juga ayah saya langsung ditebas dan dipukuli,” tutur Tantowi.

Belakang diketahui ternyata penganiayaan itu dilakukan sesama PMI asal Lombok, NTB. Ada sekitar 7 orang yang melakukan aksi penganiayaan terhadap korban. Sekitar 6 orang pelaku sudah ditangkap, sedangkan 1 orang pelaku lainnya masih melarikan diri. ”Saya baru diberitahu oleh bosnya,” ujarnya.

Akibat sabetan benda tajam itu, Leman mengalami luka serius pada dada bagian kiri. Nyaris mengenai jantungnya. ”Sampai sekarang saya belum tahu pasti penyebab mengapa ayah saya dibacok,” ungkapnya.

Keluarga korban sudah melaporkan kondisi Leman kepada Balai Pelayanan Perlindungan PMI (BP3MI) NTB. Pemerintah diharapkan bisa membantu pemulangan pria berusia 41 tahun itu kembali ke Lombok. Selain biaya pemulangan, keluarga korban harus membayar biaya perawatan rumah sakit yang mencapai 13 ribu Ringgit Malaysia (RM) atau setara Rp 46 juta lebih. ”Saya videocall dengan ayah. Pihak rumah sakit minta tebusan 13 ribu Ringgit,” bebernya.

Anggota Komisi IV DPRD Lobar Muhammad Munib meminta Pemkab Lobar membantu pemulangan sekaligus biaya rumah sakit. Sebab pihak keluarga tidak mampu menebus uang sebanyak itu. ”Pemerintah harus menjamin keselamatan dan hak WNI yang bekerja di luar negeri,” ujarnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kadisnaker Lobar Baiq Fuji Qadarni mengatakan keluarga PMI yang menjadi korban dugaan penganiayaan sudah mengadu ke kantornya. Dia berjanji segera berkoordinasi dengan lembaga berwenang untuk proses pemulangan ke Tanah Air. ”Kami sudah laporkan ke BP3MI dan Disnaker NTB,” tandasnya. (mar/r12)

Editor : Rury Anjas Andita
#pemkab #bacok #Lobar #PMI #DPRD #korban #luka #migran #Malaysia #Pekerja