LombokPost-Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Pemkab Lobar akan memiliki gedung perpustakaan yang megah.
Itu setelah pemkab dipastikan mendapat bantuan fisik dari dana alokasi khusus (DAK).
Alokasi anggarannya Rp 10,3 miliar.
”Bantuan ini sudah kami upayakan sejak 4 tahun lalu. Dan tahun ini terealisasi,” kata Kadisarpus Lobar M. Fajar Taufik.
Disampaikan, pengunaan dana DAK itu diperuntukkan untuk membangun gedung layanan perpustakaan.
Lokasi pembangunan satu kompleks dengan kantor Disarpus di sisi utara bundaran Gerung Menang Square (GMS).
Gedung baru akan dibangun dua lantai di sisi selatan.
”Nanti akan menghadap jalan raya agar akses pengunjung lebih mudah,” paparnya.
Pihaknya sangat memerlukan gedung perpustakaan yang lebih memadai.
Selain untuk menggaet minat baca masyarakat Lobar, gedung lama yang ditempati saat ini dinilai kurang repsentatif lagi. Seperti bagian lantai keramik sudah banyak yang lepas.
Selain itu, di beberapa ruangan terlihat tembok bangunan sudah melapuk. Bahkan atap ada yang bocor.
Hal itu mengganggu kenyamanan pengunjung.
”Kami ingin gedung perpustakaan daerah lebih representatif lagi,” sambungnya.
Pencairan anggaran tinggal menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
”Total anggarannya Rp 10,3 miliar. Semoga tidak terjadi perubahan,” tandas Taufik.
Pelaksana tugas (Plt) Kabid Pengadaan, Pelayanan dan Pelestarian Bahan Pustaka Disarpus Lobar Heny Murdianti menyampaikan pihaknya mengoleksi 51.533 eksemplar buku dengan 18.838 judul.
Buku tersebut tersebar di tiga ruangan. Yaitu ruang baca umum, ruang baca anak dan ruang referensi.
Setiap hari ada puluhan pengunjung yang datang ke perpustakaan.
Mayoritas di antaranya pelajar. Sebagian lagi mahasiswa dan masyarakat umum.
”Dengan gedung baru yang lebih representatif kami optimistis tingkat kunjungan akan makin banyak lagi,” pungkasnya. (mar/r8)
Editor : Kimda Farida