LombokPost-Debit Sungai Babak yang daerah aliran sungainya bermuara di Labuapi, Lombok Barat (Lobar) masih terpantau tinggi. Kondisi itu mengancam permukiman warga di sepanjang aliran sungai. Seperti Desa Kuranji, Telagawaru, Karang Bongkot, dan Desa Perampuan.
Hingga kini, luapan air sungai masih menggenangi area persawahan serta beberapa permukiman warga. Termasuk ruas-ruas jalan. "Debit sungai masih tinggi. Makanya kami minta warga tetap waspada," kata Camat Labuapi Lalu Rifhandani, Selasa (11/2).
Diprediksi aliran Sungai Babak belum surut dalam waktu dekat. Apalagi curah hujan masih cukup tinggi. Sepanjang pagi hari ini (11/2) hujan mengguyur di sejumlah tempat. Kondisi itu dikhawatirkan bisa memicu luapan air sewaktu-waktu.
Sejauh ini, Pemkab Lobar sudah mendirikan posko pengungsian di empat desa terdampak itu. Lokasinya menempati kantor-kantor desa. Posko utama didirikan di kantor Camat Labuapi yang dibantu dari BPBD Provinsi NTB. "Kami sudah siapkan posko disertai bantuan makanan siap saji," jelas Dani, sapaan karib Lalu Rifhandani.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Lobar Sabidin mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (Stamet ZAM). Disampaikan, selama Februari ini curah hujan masih diprediksi tinggi. "Februari ini bisa dibilang sebagai puncak musim hujan. Cuaca ekstrem yang disertai angin kencang ini karena terjadi siklon tropis," jelas Sabidin. (mar/r8)
Editor : Pujo Nugroho