LombokPost-Kerusakan infrastruktur karena terdampak banjir terus bermunculan.
Yang terbaru ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Taman Baru menuju Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, ambrol hingga setengah badan jalan.
Kondisi itu sangat membahayakan pengguna jalan.
Kepala Desa Taman Baru Padillah mengatakan warga sangat khawatir melintasi ruas itu.
Jika tidak waspada rawan terperosok ke lubang jalan.
Selain di titik yang sudah longsor, badan jalan di sekitarnya juga terlihat retak-retak.
Garis retakan terlihat memanjang. Kondisi itu rawan menimbulkan longsor susulan.
”Kami khawatir kalau banjir lagi atau hujan lebat lagi, jalan ini bisa putus total,” kata Padillah, Selasa (18/2).
Ketua DPRD Lobar Lalu Ivan Indaryadi pernah meninjau jalan itu pekan lalu.
Dia didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Lobar Lalu Winengan.
Ivan mengatakan, kerusakan jalan ruas Taman Baru-Buwun Mas akibat banjir itu cukup parah.
Daerah itu memang termasuk kawasan rawan bencana longsor.
”Saya minta ada penanganan secepatnya. Kasihan masyarakat yang lewat di sana waswas,” tegas Ivan.
Jika tidak ada anggaran khusus perbaikan jalan, Ivan meminta Dinas PUTR Lobar untuk mengalokasikan anggaran melalui pos belanja tidak terduga (BTT).
Karena tahun ini Pemkab Lobar memiliki anggaran BTT senilai Rp 10 miliar.
”Untuk penanganan dampak bencana ini, bisa dianggarkan dari BTT dulu. Karena ini mendesak dan darurat,” paparnya.
Kepala Dinas PUTR Lobar Lalu Winengan menyampaikan pihaknya siap mengalokasikan dana BTT untuk infrastruktur yang terdampak bencana banjir.
Dalam waktu dekat PUTR akan melakukan perbaikan. Selain penimbunan dan pengerasan material serta hot mix, juga akan dipasang bronjong. Itu agar jalan setempat tidak gampang longsor.
Pihaknya juga siap berkoordinasi dan meminta bantuan ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara 1.
Karena dampak bencana banjir cukup besar di Lombok Barat.
”Tindakan darurat kami sudah dipasang tanda agar warga tidak melintas di sana,” tandasnya. (mar/r8)
Editor : Kimda Farida