LombokPost-Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok penting (bapokting) terpantau naik. Kondisi itu dipicu karena meningkatnya permintaan konsumen. Kenaikan harga itu terlihat dalam sidak yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lobar, Jumat (28/2).
Kepala Disperindag Lobar Maksum langsung turun memimpin sidak ke Pasar Kediri. Dia didampingi sejumlah perwira dari Kodim 1606 Mataram. ”Harga cukup fluktuatif. Tapi memang ada sedikit kenaikan,” kata Maksum.
Harga daging ayam, misalnya berkisar antara Rp 43 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram. Harga ini cukup naik dari sebelumnya yang rata-rata mencapai Rp 40 ribu. Harga daging sapi juga terpantau naik. Menjadi Rp 130 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 125 ribu per kilogram.
Sementara itu, harga cabai rawit mencapai Rp 90 ribu sampai Rp 100 ribu per kilogram. Bahkan ada juga pedagang yang menjual Rp 110 ribu. ”Beberapa bapok naik karena permintaan konsumen jelang puasa,” ujarnya.
Selain pasar tradisional, Disperindag juga memantau ketersediaan stok bahan pangan di gudang pusat Alfamart yang terletak di Dasan Cermen, Kota Mataram. Di sana mereka memantau ketersediaan bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng dan tepung. ”Kami sudah cek ketersediaan aman untuk kebutuhan selama Ramadan,” paparnya.
Dia mengimbau perusahaan retail itu tidak menjual melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Dengan begitu daya beli masyarakat tetap terjaga. Disperindag juga akan mengecek harga ketersediaan bapokting di sejumlah distributor milik pemerintah dan swasta.
Warehouse Manager Alfamart Lombok Rindu Adam Rahardjo memastikan stok sembako aman selama sebulan ke depan. Saat ini pihaknya sudah mendistribusikan stok barang ke seluruh outlet di NTB. Jumlahnya mencapai 550 outlet atau toko. Sebagian besar pengiriman berupa sembako. ”Jauh-jauh hari kami sudah prepare khususnya sembako,” jelas Rindu.
Terpisah Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Lobar Lalu Najamudin menyampaikan pihaknya sedang menyiapkan operasi pasar selama ramadan. Bazar Pangan murah digelar untuk menekan kenaikan harga yang lebih tinggi. ”Kami sedang siapkan jadwal dan titik lokasi operasi pasar selama Ramadan,” pungkasnya. (mar/r8)
Editor : Rury Anjas Andita