LombokPost-Ratusan massa menyerang Kantor Polsek Kayangan Senin (17/3) malam. Belum dipastikan penyebab kemarahan massa tersebut. Sebab, hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan dari pihak kepolisian.
Tetapi dari keterangan yang diperoleh, tindakan tersebut tersulut karena warga geram dengan ulah pihak kepolisian. Keterangan ini diperoleh dari pengakuan Kepala Desa Kayangan Edi Kartono.
"Masih kurang tahu (penyebabnya). Tapi informasinya, warga marah karena ada pemuda gantung diri karena ada tekanan dari Polsek," ujarnya.
Edi menjelaskan pemuda tersebut meninggal dunia karena gantung diri. Dia nekat bunuh diri karena sempat dituduh mencuri handphone. Nah, tuduhan pencurian tersebut juga telah dilaporkan ke Polsek Kayangan. Tetapi kabarnnya, kedua belah pihak sudah berdamai.
"Sudah damai, sudah cabut berkas laporan dan bayar denda Rp 2 juta. Handphone dikembalikan," jelas Edi.
Tetapi kemudian diduga pemuda yang dituduh mencuri HP itu dapat tekanan dari pihak kepolisian. Inilah yang menyebabkan yang bersangkutan depresi dan gantung diri. "Sehingga warga menggeruduk kantor Polsek. Kalau di desa tidak ada gejolak apapun. Kondisi aman, cuma ngamuk di Polsek," kata Edi
Kasi Humas Polres Lombok Utara Ipda I Made Wiryawan kerika dikomfirmasi belum bisa memberi keterangan. “Masih di lokasi ini. Nanti saja ya. Yang penting situasi sudah kondusif,” ucapnya.
Dalam video yang beredar terlihat sejumlah sepeda motor di Polsek Kayangan dibakar massa. Kemudian pintu dan jendela terlihat pecah dan berantakan akibat terkena lemparan.
Tampak juga mobil pemadam kebakaran sudah tiba di lokasi untuk memadamkan api yang membakar kendaraan. (bib/r8)