LombokPost - Seorang pasien dari Desa Buwun Mas Kecamatan Sekotong harus menahan rasa sakit lebih lama.
Lantaran saat dibawa ke Puskesmas Sekotong, Kamis (10/4), dia tidak bisa tertangani di sana.
Pasien ini kemudian dirujuk pihak Puskesmas Sekotong ke RSUD Tripat Gerung.
Sayangnya, dalam perjalanan, tepatnya di Desa Cendi Manik, mobil ambulans ini mati mesin tiba-tiba atau mogok.
Padahal pasien sudah dalam kondisi darurat.
"Ambulans ini sudah tidak punya kontak kuncinya. Kondisinya sudah tidak layak pakai karena tidak punya tempat tidur dan fasilitas lain di dalamnya," kesal anggota dewan Dapil Sekotong - Lembar Herman.
Dia meminta Bupati Lobar baru Lalu Ahmad Zaini mengevaluasi Dinas Kesehatan Lobar dan semua puskesmas.
Namun anggota Komisi IV DPRD Lobar H Munip mengatakan pihaknya sudah mengkonfirmasi Kepala Dinas Kesehatan Lobar Arief Suryawan.
"Sudah diklarifikasi tadi sama Pak kadikes bahwa ambulans di Puskesmas Sekotong ada dua unit. Kebetulan yang tipe triton dipakai mengantar pasien ke Dusun Meang," jelas Munip.
Kemudian ambulans yang tipe APV akhirnya digunakan untuk merujuk pasien ke RSUD Tripat.
Namun ambulans tersebut tiba-tiba di tengah jalan mengalami mogok.
Setelah itu petugas langsung menghubungi ambulans tipe Triton yang saat itu baru kembali dari Dusun Meang.
Ambulans tersebut langsung datang menyusul untuk menjemput pasien yang hendak dirujuk ke RS Tripat.
"Alhamdulillah pasien bisa sampai di RS Tripat dan segera mendapat pertolongan," jelasnya.
Kondisi pasien pun kini menurutnya berangsur membaik.
Melihat kondisi ambulans di Puskesmas Sekotong, pihak Dikes Lobar dikatakan memang sudah menganggarkan untuk pemeliharaan ambulans.
Sehingga ke depan bisa lebih maksimal dalam pelayanan khususnya saat merujuk pasien.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Lobar Arief Suryawan yang dikonfirmasi Lombok Post membenarkan adanya peristiwa mobil ambulans yang mogok.
"Betul, kebetulan tadi (saat kejadian) kami lagi rapat dengan DPRD Komisi IV dan sudah kami permakluman ada kejadian ini," jelasnya.
Pihaknya meminta maaf kepada keluarga korban atas kejadian ini.
"Kami mohon maaf, sudah kami anggarkan untuk perbaikan dua unit ambulans Puskesmas Sekotong," imbuhnya. (ton)
Editor : Kimda Farida