LombokPost - Sejumlah persoalan disisakan pembangunan Bendungan Meninting. Salah satunya adalah pemecahan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) lahan bendungan.
Kades Bukit Tinggi Ahmad Muttaqin mengatakan jika masih muncul SPPT lama lahan sebelum dibebaskan pihak BWS Nusa Tenggara 1. ”Kami mohon kepada pihak BWS menyelesaikan permasalahan yang belum selesai. Agar tidak ada permasalahan lain yang muncul di kemudian hari. Karena sampai saat ini warga masih berurusan dengan pajaknya di Bapenda karena SPPT yang baru belum keluar,” terangnya.
Hal ini kemudian membuat pemerintah desa melayangkan surat ke BWS agar persoalan SPPT ini bisa segera diselesaikan. Karena Bendungan Meninting segera diresmikan dalam waktu dekat. Informasi yang didapatkan pemerintah Desa Bukit Tinggi lokasi bendungan dibangun, proyeknya sudah diserahterimakan pihak pelaksana atau kontraktor ke BWS Nusa Tenggara 1.
Muttaqin berharap saat peresmian nanti Presiden Prabowo Soebianto bisa datang secara langsung meresmikan bendungan. ”Harapan kami agar presiden datang meresmikan Bendungan Meninting. Sudah ada helipad dan fasilitas lain yang mendukung jadi beliau tinggal datang ke bendungan tidak harus pakai jalur darat,” harapnya.
Masyarakat sangat mengharapkan kehadiran Prabowo karena NTB merupakan basis pendukung Ketua Umum Partai Gerindra tersebut. Terlebih, sebelumnya peresmian Bendungan Meninting juga direncanakan bakal dihadiri Presiden Jokowi. Namun hingga Presiden Jokowi berakhir masa jabatannya, pengerjaan bendungan tak juga selesai karena mengalami keterlambatan.
Bendungan yang menelan anggaran Rp 1,4 triliun tersebut sesuai kontrak harusnya selesai Juni 2024. Namun molor hingga 31 Maret lalu. ”Info yang kami terima sekarang sudah diserahterimakan dari pihak pelaksana kepada BWS. Semoga Mei ini bisa diserahterimakan,” katanya.
Terpisah, PPK Proyek Bendungan Meninting Lalu Asgar yang dikonfirmasi terkait peresmian bendungan masih belum memberikan respons. Namun sebelumnya dia menjelaskan jika semua pekerjaan fisik sudah rampung 100 persen. ”Secara fisik, tubuh bendungan sudah tuntas 100 persen,” paparnya.
Bahkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk melakukan pengisian Bendungan Meninting. (ton/r8)
Editor : Pujo Nugroho