LombokPost-Pemkab Lombok Barat (Lobar) telah mengajukan izin untuk melaksanakan mutasi ke KASN dan Kemendagri.
Setelah izin tersebut keluar, Bupati Lobar Lalu Ahmad Zaini juga menegaskan dirinya segera melakukan mutasi untuk penyegaran birokrasi.
Lalu Sajim Sastrawan, anggota tim yang melakukan job fit pejabat eselon II Pemkab Lobar bersama akademisi lain beberapa waktu lalu menyampaikan beberapa masukan terhadap bupati. Kaitannya dengan kondisi birokrasi Lobar saat ini.
”Memang susah kita lihat birokrasi Lobar ini sudah terlalu lama (santai). Sekarang mereka ketemu sama kepala daerah yang terukur cara berpikir dan terukur cara bertindaknya,” ungkapnya kepada Lombok Post.
Menurut Sajim, bupati membutuhkan birokrasi yang mampu bekerja secara konkret dan ekstraordinari.
Jika para kepala OPD tidak bisa mengikuti, mereka akan ketinggalan.
Bupati sudah memiliki visi-misi yang jelas untuk membawa perubahan bagi Lobar.
”Bupati bahkan harus berlari kencang menutupi persoalan yang lama sekali tidak terurai di Lobar. Maka salah satu cara yang dilakukan adalah percepatan. Percepatan ini bisa dilakukan dengan langkah ajaib dan ekstrem baru bisa berdampak,” sebutnya.
Birokrasi Pemkab Lobar selama ini dirasakan sudah terlalu nyaman dengan ritme kerja yang santai. Tidak ada reward and punishment yang diterapkan.
”Tidak bisa bekerja jamaq-jamaq karena hasilnya makaq-makaq. Maka bupati ingin percepatan agar bisa melihat Lobar ini segera berubah. Bupati juga butuh orang baru yang bisa mengikuti ritmenya,” ungkapnya.
Meski baru menjabat beberapa bulan, kepemimpinan bupati dan wakilnya terlihat mulai membuahkan hasil. Beberapa perubahan dinilai sudah teradi di Lobar.
Terutama perubahan wajah ibu kota kabupaten yakni Kota Gerung.
Acara car free night yang diadakan setiap akhir pekan membuat ibu kota hidup dan perekonomian UMKM menggeliat.
Belum lagi program bantuan modal usaha tanpa bunga yang telah diluncurkan.
Ini diyakini bisa menghidupkan usaha kecil masyarakat.
”Saya lihat juga sudah ada pergeseran anggaran untuk alun-alun Kota Gerung,” bebernya.
Terpisah, Bupati Lobar Lalu Ahmad Zaini menegaskan pihaknya sudah mengajukan izin mutasi ke Kemendagri pekan lalu.
Namun dia menyampaikan dalam mutasi nanti, tidak boleh ada pejabat yang non job.
”Belum bisa non job. Sehingga yang ada ini hanya meminimalisir kalau ada pejabat yang posisinya tidak pas,” kata Bupati LAZ, sapaan karibnya.
”Mutasi ini hanya melihat kecocokan. Walaupun ada yang tidak cocok, tidak boleh diturunkan. Sehingga hanya mutar-mutar saja,” sambungnya. (ton/r8)
Editor : Kimda Farida