Lakalantas Lombok Barat Masih Didominasi Pelajar dan Mahasiswa, Satlantas Gencar Lakukan Edukasi Dini

Rosmayanthi • Dipublikasikan Selasa, 27 Mei 2025 | 16:37 WIB

Kanit Gakkum Satlantas Polres Lombok Barat IPDA Achid Juanda, S.H.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Lombok Barat IPDA Achid Juanda, S.H.
LombokPost - Angka kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di wilayah Lombok Barat masih didominasi oleh pelajar dan mahasiswa. Itu sebabnya Satlantas kini gencar melakukan edukasi sejak dini.

Lakalantas di wilayah Lombok Barat masih diidominasi oleh pelajar dan mahasiswa diungkap Kasat Lantas Polres Lombok Barat, Iptu Dina Rizkiana, S.Tr.K., melalui Kanit Gakkum IPDA Achid Juanda, S.H.

"Lakalantas dari tahun 2024 ke 2025 memang cenderung stagnan, namun tetap tinggi pada kalangan pelajar dan mahasiswa," ungkap IPDA Achid Juanda kepada wartawan Selasa (27/5/2025).

Achid Juanda menambahkan, upaya preventif sudah dilakukan dan menjadi prioritas utama Polres Lombok Barat, terutama melalui Unit Kamsel (Keamanan dan Keselamatan) Satlantas yang menyasar usia sekolah. 

Namun tetap saja, Pihak Polres Lombok Barat membutuhkan dukungan seluruh elemen dalam memberikan edukasi sejak dini kepada siswa pelajar agar memiliki kesadaran berlalu lintas.

"Karena membangun kesadaran berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif semua pihak, mulai dari sekolah, keluarga, hingga lembaga swasta," jelas IPDA Achid Juanda.

Unit Kamsel Satlantas Polres Lombok Barat, tambah IPDA Achid Juanda kini semakin gencar menjalankan program-program edukasi sejak dini. 

Mulai dari Polsanak (Polisi Sahabat Anak) untuk siswa TK dan SD, hingga BKS (Bhayangkara Keamanan Sekolah) maupun patroli pelajar untuk tingkat SMP dan SMA.

Dengan harapan, anak-anak usia dini ini bisa tumbuh dengan pemahaman bahwa berlalu lintas bukan hanya soal kendaraan, tapi juga keselamatan dan etika sosial.

Tak hanya bergerak sendiri, Satlantas Polres Lombok Barat juga menjalin kerja sama dengan pihak swasta seperti Astra dalam program Safety Riding, serta mendorong edukasi penggunaan kendaraan sesuai usia dan kelengkapan administrasi, terutama Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Generasi muda harus kita selamatkan dari potensi kecelakaan,” ucap IPDA Achid Juanda.

Itu sebabnya, bagi anak-anak yang belum cukup umur dihimbau untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor di jalan raya. Dan upaya penyelamatan anak-anak dari potensi kecelakaan ini hanya bisa terwujud jika ada kesadaran kolektif dari semua pihak.

Selain kesadaran kolektif dari semua pihak tidak hanya bisa menyelamatkan anak-anak dari potensi kecelakaan, tapi juga menyelamatkan orang lain yang mungkin saja bisa menjadi korban atas kecelakaan tersebut.

"Mengingat potensi bahayanya sangat besar, baik bagi diri sendiri maupun orang lain," tambah IPDA Achid Juanda.

Editor : Siti Aeny Maryam
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Edukasi Pelajar Lombok Barat Lakalantas Sekolah satlantas siswa