LombokPost -Dinas Sosial Lombok Barat (Lobar) kembali menyampaikan bantuan Atensi Laak Hidup dari Sentra Paramita Mataram Kemensos RI.
Bantuan ini diberikan kepada 38 warga penerima dari kalangan difabel, lansia, pelaku usaha kecil, hingga masyarakat kurang mampu di wilayah Kecamatan Lembar.
”Kalau sebelumnya kami salurkan di kantor dinas, sekarang kami turun ke kantor camat langsung untuk membagikannya kepada warga,” jelas Kepala Dinas Sosial Lobar Lalu Winengan.
Jumlah bantuan masih sama sebesar Rp 1,2 juta per orang.
Namun penyalurannya tidak dalam bentuk uang tunai melainkan barang sesuai kebutuhan masing-masing penerima.
Ada yang berupa kasur, sembako, hingga barang dagangan bagi pelaku usaha kecil. Ada juga perabotan rumah tangga, dan bantuan bagi difabel.
Baca Juga: Gubernur NTB Salurkan Bantuan Pertanian untuk Sumbawa
”Bantuan diberikan sesuai usulan masyarakat. Itu kemudian diberikan sesuai permintaan mereka,” ungkapnya.
Kepada wartawan, Winengan juga sudah berdiskusi dengan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf.
Dia memaparkan jika Lobar telah mendapatkan perbantuan makan bagi lansia dan difabel dengan jumlah penerima sekitar 800 orang lebih.
”Di setiap kecamatan ada 90 sampai 100 penerima. Itu bisa bertambah, tinggal sekotong yang belum terbentuk Pokmasnya,” papar Winengan.
Baca Juga: Ratusan Warga Lombok Barat Terima Bantuan Layak Hidup dari Sentra Paramita Mataram dan Dinas Sosial
Para lansia dan difabel diberi bantuan makan dua kali dalam sehari pagi dan siang. Mereka diantarkan makanan oleh pokmas dengan nilai makanan per porsi Rp 15 ribu.
”Jadi program ini sudah berjalan dan bisa bertambah penerimanya. Program ini yang kita dapatkan dari Kemensos RI,” bebernya.
Camat Lembar Agus Sutrisman mengapresiasi Dinsos Lobar. Menyusul bantuan diberikan langsung di kantor camat.
”Karena kan banyak penerima kami dari kalangan lanjut usia dan difabel. Kalau ke kantor dinas agak jauh dan butuh biaya warga kami membawa bantuan yang diberikan,” ujarnya.
Agus juga berterima kasih atas program perbantuan makan gratis bagi lansia dan difabel juga sudah dirasakan warganya.
Bantuan tersebut sangat dirasakan manfaatnya terutama penerima merupakan lansia tunggal dalam artian tidak memiliki keluarga. Baik anak, suami atau keluarga lainnya. (ton/r8)
Editor : Kimda Farida