LombokPost - Proyek pembangunan Dermaga Senggigi kini telah memasuki lelang. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lobar Baiq Yeni S Ekawati menegaskan bahwa proses tender sudah ditayangkan di LPSE Lombok Barat.
”Betul, saat ini sudah ditayangkan di LPSE Lombok Barat,” papar Yeni, sapaannya.
Proyek strategis Pemkab Lobar ini digadang-gadang akan menghidupkan kembali kejayaan pariwisata Senggigi. Anggaran yang digelontorkan tak main-main, mencapai sekitar Rp 13 miliar yang bersumber dari APBD. Yeni optimistis proses lelang akan berjalan lancar.
”Target berkontrak menunggu proses lelang. Insya Allah akhir bulan ini,” ucap perempuan yang sebelumnya menjabat Kasatpol PP tersebut. Kepala Dishub Lombok Barat juga memastikan bahwa urusan perizinan sudah berada di tangan.
”Kami menunggu rekomendasi dari Kementerian Kelautan terkait perizinan pembangunan dermaga. Sekarang itu sudah kami pegang,” imbuhnya. Ini berarti, salah satu kendala non-teknis yang kerap menghambat proyek besar sudah diatasi.
Dari total anggaran Rp 13 miliar, sekitar Rp 12,46 miliar dialokasikan untuk pembangunan fisik dermaga. Sisanya digunakan untuk pendukung, termasuk biaya konsultan dan pengawas. Dalam laman lpse.lombokbaratkab.go.id, nilai pagu proyek Pelabuhan Senggigi memang tercatat sebesar Rp 12,46 miliar.
Pembangunan Dermaga Senggigi kali ini akan berbeda dari upaya sebelumnya yang gagal. Dishub berencana membangun dermaga induk menggunakan beton, bukan dermaga apung. Ini menunjukkan keseriusan Pemkab Lobar untuk menghadirkan infrastruktur yang kokoh dan tahan lama.
Yeni menegaskan pihaknya akan mengawal proyek ini dengan maksimal untuk mencegah kegagalan atau pengerjaan yang tidak optimal. ”Kami akan kawal prosesnya. Mulai dari yang berkaitan dengan non teknis seperti administrasi perizinan kami sudah urus dan harapkan bisa selesai dan semua sudah lengkap,” jelasnya.
Sementara itu, Rudi Razak, seorang Pengamat Transportasi NTB, memberikan saran penting agar pembangunan dermaga ini memperhatikan konektivitasnya dengan sejumlah destinasi wisata. Menurutnya, ini akan berdampak besar dalam mengembalikan kejayaan Senggigi seperti di tahun 1994.
”Desain dermaga harus modern yang mirip dengan bandara. Terkoneksi dengan jalur transportasi Senggigi-Mataram-Selong Belanak-Mandalika,” sarannya. Rudi juga menekankan pentingnya menghubungkan Senggigi dengan wisata tiga gili di Lombok Utara, Sendang Gile Bayan, dan Sembalun.
Jika diperlukan, Pemkab Lobar disarankan untuk berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota lain seperti Mataram, Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Utara, demi membangun pariwisata yang benar-benar terkoneksi dan terpadu. (ton/r8)
Editor : Jelo Sangaji