LombokPost - Setelah sempat ditiadakan pekan lalu karena perayaan Idul Adha, Car Free Night (CFN) Taman Kota Gerung kembali digelar, Sabtu (14/6) dilanjutkan fun walk pada Minggu (15/6). Meski sempat hujan dan gerimis, CFN yang diinisiasi Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Lombok Barat (Lobar) ini tetap diserbu warga salah satunya berkat penampilan kesenian tradisional Geng Gong.
”Saya ucapkan terima kasih kepada Kadis PU dan juga seluruh jajarannya meskipun hujan tetap bersemangat. Terima kasih kepada bapak ibu guru khususnya anak-anakku semua, siswa-siswi PAUD dan TK yang sudah ikut menyemarakkan Car Free Night,” ucap Wabup Lobar Nurul Adha yang membuka acara.
Wabup juga bersyukur karena masyarakat sangat antusias menyambut CFN ini. Walaupun cuaca gerimis, masyarakat tetap memenuhi arena CFN yang dipenuhi gelaran UMKM dan atraksi seni. Dia berharap CFN berdampak bagi pertumbuhan ekonomi Lombok Barat.
”Kami bahagia karena masyarakat tetap semangat mengikuti CFN gerung yang merupakan ikhtiar kita bersama dalam meramaikan kota gerung. Ini juga sebagai ikhtiar kita untuk menggerakan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
CFN pekan ini terasa istimewa karena dimeriahkan berbagai penampilan seni termasuk pertunjukan musik tradisional Gendang Beleq, penampilan dari artis lokal Erni Sasak, tari tradisional, musik tradisional Geng Gong serta edukasi masyarakat tentang penanganan sampah.
Kadis PUTR Ahad Legiarto bersama Sektetaris Dinas Lalu Ratnawi menyampaikan secara khusus menghadirkan berbagai kesenian tradisional dalam acara ini. Salah satunya adalah kesenian Geng Gong yang berasal dari Desa Gelangsar, Kecamatan Gunungsri.
Melalui kegiatan ini, Dinas PUPR Lobar menginisiasi dan mengajak warga untuk sadar akan kebersihan membuang sampah pada tempatnya dengan membagi kantong plastik ke semua UMKM dan seluruh peserta CFN agar sadar akan kebersihan.
”Kami juga mengadakan games untuk membawa kantong plastik yang telah disediakan kepada warga dengan mencari sampah plastik di sekitar arena CFN dan CFD mendapat hadiah menarik,” ungkap Lalu Ratnawi.
Sementara Lukman, Pengurus Sanggar Geng Gong Pade Angen Desa Gelangsar menjelaskan mengenai kesenian Geng Gong yang juga tampil dj acara CFN.
”Genggong ini memiliki filosofis dulu setiap orang ke sawah itu digunakan menghibur dirinya. Sebelum mulai musim tanam,” jelasnya.
Alat musiknya berasal dari pelepah pohon aren dengan benangnya dari serat nanas. Di Jawa Barat, alat musik ini menurut Lukman disebut Kuriding.
”Melalui acara CFN seperti ini, kita bisa melestarikan kesenian tradisional,” tandasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam