LombokPost - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) tengah tancap gas mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di segala lini. Target pun dinaikkan, tak hanya untuk OPD, tapi juga bagi perusahaan daerah.
Sorotan tajam kini mengarah pada PT Tripat, yang dinilai masih bisa menggali potensi lebih dalam untuk mendongkrak pundi-pundi daerah. Ketua Komisi II DPRD Lobar Husnan Wadi mendesak PT Tripat agar berani menaikkan target PAD tahun ini. Mengingat, perusahaan plat merah ini mengelola dua aset berharga Lombok Barat yakni Taman Narmada dan Suranadi.
”Ya, tentu kami sangat berharap PT Tripat bisa menaikkan target PAD. Terlebih mereka kan mengelola Taman Narmada dan Suranadi,” tegas Husnan kepada Lombok Post.
Menurut Husnan, tak banyak daerah yang diberkahi aset cagar budaya sekelas Taman Narmada dan Suranadi. Potensi besar ini, jika dimaksimalkan, diyakini mampu mendongkrak target PAD secara signifikan. Tak hanya itu, sektor lain seperti retribusi pasar, parkir, dan beberapa objek pajak juga perlu digenjot.
Namun, peningkatan target PAD ini tidak bisa jalan sendiri. Husnan mengingatkan bahwa perbaikan fasilitas publik juga harus sejalan. ”Kalau target PAD naik, fasilitas juga harus diperbaiki karena ini untuk kepentingan publik atau masyarakat,” paparnya.
Melihat ke belakang, Husnan menilai pengelolaan retribusi pasar tahun lalu masih jauh dari maksimal. Salah satu biang keroknya adalah fasilitas pasar yang kurang memadai, bahkan kerap dilanda banjir saat hujan. Kondisi ini harus segera dibenahi demi kenyamanan dan kepentingan masyarakat luas.
Dirut PT Tripat Eko Esti Santoso menanggapi desakan DPRD untuk menaikkan target PAD. Eko mengklaim bahwa selama ini pihaknya selalu berhasil merealisasikan target PAD yang dibebankan. Contohnya pada tahun 2024, target PAD sebesar Rp 330 juta sukses direalisasikan.
”Tahun ini Rp 335 juta,” cetusnya. Namun, ia tak menampik bahwa realisasi PAD semester pertama tahun ini masih jauh dari harapan, berada di bawah 30 persen. Curah hujan tinggi menjadi alasan utama di balik lambannya capaian ini. ”Tapi untuk tahun ini semester pertama akibat curah hujan tinggi, realisasi masih di bawah 30 persen,” bebernya.
Eko mengakui tahun ini PT Tripat harus bekerja ekstra keras untuk memenuhi target yang sudah ditetapkan. Karena itulah, dia sangat mengharapkan dukungan penuh dari seluruh elemen Pemkab Lobar agar PT Tripat bisa lebih maksimal dalam menggali potensi Taman Narmada dan Suranadi.
Di sisi lain, aset Lombok City Center (LCC) yang juga di bawah pengelolaan PT Tripat, hingga saat ini belum mampu memberikan kontribusi pendapatan. Bahkan, Eko mengungkapkan, pihaknya masih sering dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus LCC.
Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi PT Tripat dalam upaya mendongkrak PAD Lobar. Lebih lanjut, Eko mengatakan desakan DPRD kepada PT Tripat ini menunjukkan komitmen Pemkab Lobar untuk mengoptimalkan PAD demi pembangunan daerah.
Namun, tantangan yang dihadapi PT Tripat, mulai dari kondisi cuaca hingga masalah aset LCC, juga perlu menjadi perhatian serius. Inovasi dalam pengelolaan juga diperlukan agar kedua destinasi wisata ini semakin menarik dan memberikan kontribusi maksimal bagi PAD Lobar.
Editor : Siti Aeny Maryam