LombokPost - Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Lombok Barat (Lobar) mengingatkan warga untuk tak lagi membuang sampah di sungai. Selain bisa menyebabkan banjir akibat mampetnya aliran sungai, sampah juga bisa merusak pondasi jembatan.
”Terutama untuk jembatan yang masih model lama. Itu kan pakai tiang pondasi di tengah. Kalau terus menerus dihantam sampah batangan kayu dan segala macamnya, lama-lama bisa rusak konstruksinya,” jelas Sekretaris Dinas PUTR Lobar Lalu Ratnawi.
Kondisi sampah yang memenuhi sungai hampir terjadi di semua wilayah Lobar. Salah satunya di Kelurahan Dasan Geres. Dinas PUTR Lobar sampai harus menurunkan alat berat untuk mengangkat sampah yang menumpuk menghalangi aliran air di bawah jembatan yang menghubungkan jalan dari arah Bundaran Giri Menang Square menuju Kantor Bupati Lobar.
Di beberapa titik bendung, sampah yang dibuang ke sungai berimbas kepada tersumbatnya beberapa titik pintu air. Bahkan saat banjir Minggu (6/7) itu ada sampah yang menyumbat pintu air sehingga pihaknya sempat menetapkan status siaga. ”Tapi bisa cepat kita atasi,” cetusnya.
Ratnawi mengatakan ada beberapa titik krusial kerusakan dampak banjir pada bagian bangunan das bendungan. Seperti di Nyurlembang Narmada yang jebol mengakibatkan 119 hektare lahan pertanian berdampak.
Beruntung aksi gotong royong pihak dinas bersama warga, petani dan pekasih setempat bisa langsung menanganinya dengan pemasangan talud sementara dari karung berisi pasir. ”Supaya tidak terdampak ke area petani, apalagi saat ini mau persiapan masuk musim panen dan musim tanam,” ucapnya.
Selain sampah, dari hasil pemeriksaan TIM TRC Lobar rata-rata penyebab meluapnya sungai juga akibat sedimentasi atau pendangkalan. Meski itu menjadi kewenangan BWS, namun pihak Dinas PUTR Lobar sudah mengambil tindakan untuk pengerukan. (ton/r8)
Editor : Pujo Nugroho