LombokPost – PT Air Minum (PTAM) Giri Menang mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun berjalan. Direktur Utama PTAM Giri Menang H Sudirman, memaparkan capaian tersebut dalam rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) bersama Komisi II DPRD Lombok Barat beberapa waktu lalu.
Salah satu pencapaian signifikan yang dipaparkan adalah meningkatnya jumlah dividen yang disetorkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat, yakni dari sebelumnya Rp 11 miliar menjadi Rp 13 miliar pada tahun 2025.
"Ada kenaikan jumlah dividen ke Lombok Barat tahun ini, dari Rp 11 miliar jadi Rp 13 miliar," ungkap Sudirman di hadapan anggota dewan yang dipimpin H Husnan Wadi.
Selain Lombok Barat, Kota Mataram juga mendapatkan bagian dividen sebesar Rp 7,8 miliar. Sehingga total dividen yang dibagikan untuk tahun 2025 mencapai Rp 20,8 miliar, naik dibanding tahun 2024 yang hanya Rp 20,4 miliar.
Sudirman menegaskan bahwa pembagian dividen disesuaikan dengan besar penyertaan modal masing-masing pemegang saham. Hingga tahun 2024, Pemkab Lombok Barat tercatat menyertakan modal sebesar Rp 191 miliar atau 62,42 persen dari total saham, sedangkan Kota Mataram Rp 115 miliar atau 37,58 persen.
"Komitmen kami adalah terus meningkatkan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kinerja keuangan yang sehat menjadi bukti keseriusan manajemen PTAM Giri Menang," tegasnya.
Tak hanya menyumbang PAD lewat dividen, PTAM Giri Menang juga membantu pungutan retribusi kebersihan untuk wilayah Kota Mataram dan Lombok Barat. Skema ini dilakukan dengan menyatukan tagihan retribusi kebersihan ke dalam rekening air pelanggan.
"Pada tahun 2024, total pungutan yang telah kami setorkan dari retribusi kebersihan ke dua daerah tersebut mencapai Rp 8 miliar,” jelas Sudirman.
Dalam kesempatan itu, Sudirman juga menyampaikan penurunan jumlah titik kebocoran jaringan air milik PTAM. Tahun 2023 tercatat ada 5.830 titik kebocoran, sementara di tahun 2024 berhasil ditekan menjadi 5.427 titik atau menurun 6,91 persen.
Capaian ini menunjukkan bahwa efisiensi operasional dan perbaikan infrastruktur terus dilakukan, sejalan dengan target peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan. (ton)
Editor : Jelo Sangaji