Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Warga Kawasan Perbukitan Keluhkan Suara Musik Keras Pantai Duduk Batulayar

Hamdani Wathoni • Senin, 4 Agustus 2025 | 13:39 WIB
ILUSTRASI: Warga mengeluhkan suara kebisingan yang berasal dari musik yang disetel dengan volume tinggi di Pantai Duduk, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat.
ILUSTRASI: Warga mengeluhkan suara kebisingan yang berasal dari musik yang disetel dengan volume tinggi di Pantai Duduk, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat.

LombokPost – Warga kawasan perbukitan Dusun Duduk, Desa Batu Layar, Lombok Barat (Lobar) mengeluhkan dentuman musik keras dari warung-warung di Pantai Duduk.

Warga mengaku kehilangan ketenangan akibat suara bisingan dari pengeras suara musik yang diputar hampir sepanjang hari.

Sejumlah keluarga yang bermukim di atas kawasan pantai tersebut menuturkan bahwa musik karaoke dan dangdut diputar dengan volume tinggi dari pagi hingga larut malam.

Suara ini menembus perbukitan dan masuk ke dalam rumah-rumah warga, mengganggu aktivitas, waktu istirahat, bahkan kondisi psikologis penghuni.

"Pindah ke sini karena suasananya tenang, dekat pantai dan bukit. Tapi sekarang, suasananya seperti klub malam terbuka 24 jam," keluh salah satu warga yang tak ingin disebut namanya.

Keresahan warga sebenarnya bukan hal baru.

Pengaduan demi pengaduan telah disampaikan ke berbagai pihak. Mulai dari Kepala Dusun, Kepala Desa, Camat, Polsek, hingga Satpol PP dan Polres. 

Bahkan, warga telah membuat petisi yang ditandatangani puluhan kepala keluarga.

Namun, hingga kini, suara mereka masih kalah keras dibanding dentuman speaker di bawah.

Yang membuat warga semakin kesal, setelah mendapat teguran dari petugas, beberapa warung disinyalir menambah jumlah speaker.

"Kami tidak menolak usaha atau pariwisata. Tapi tolong, jangan abaikan hak kami sebagai warga. Ini bukan masalah kecil, ini soal kenyamanan hidup," ujar warga lainnya.

Pantai Duduk yang dulunya dikenal sebagai kawasan wisata alam tenang, kini terancam berubah menjadi yang dirasakan mengganggu. Suasana yang semula sejuk dan bersahabat, berubah menjadi riuh dan tak terkendali. 

Warga khawatir, jika tidak segera ditindak, kawasan ini akan kehilangan daya tariknya sebagai destinasi wisata ramah lingkungan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Lombok Barat I Ketut Rauh, membenarkan adanya laporan dari warga terkait kebisingan di Pantai Duduk.

Bahkan, pelapor disebutkan sudah datang langsung ke Kantor Satpol PP.

"Kami sudah menerima laporan dan meminta perangkat kecamatan untuk melakukan mediasi terlebih dahulu bersama kepala desa dan kepala dusun," jelas Rauh saat dikonfirmasi Lombok Post.

Satpol PP, kata dia, telah menerjunkan tim pendamping ke lapangan untuk mengecek langsung lokasi yang dikeluhkan. Pihaknya kini menunggu hasil mediasi di tingkat kecamatan.

"Kalau memang tidak bisa selesai di perangkat kewilayahan, baru kami dari kabupaten akan turun langsung mengambil tindakan," tegas Rauh.

Warga berharap mediasi tidak berakhir menjadi formalitas tanpa solusi nyata. (ton)

Editor : Kimda Farida
#Satpol PP #Lombok Barat #Lobar #Batulayar #pantai duduk