Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Heru Keyboardis, dari Seniman Jalanan Hingga Dikenal Luas Jadi Kebanggaan Lombok Barat

Hamdani Wathoni • Rabu, 27 Agustus 2025 | 09:37 WIB
HIBUR PENONTON: Heru Keyboardis saat tampil di panggung hiburan acara CFN Taman Kota Gerung, Minggu malam (24/8).
HIBUR PENONTON: Heru Keyboardis saat tampil di panggung hiburan acara CFN Taman Kota Gerung, Minggu malam (24/8).

LombokPost - Di balik panggung hiburan, nama Heru Keyboardis mulai dikenal luas. Pemuda bernama asli Haeruddin, kelahiran 5 April 1995 itu, awalnya hanyalah musisi jalanan. Namun lewat perjalanan panjang penuh liku, kini ia menjadi salah satu seniman ternama di NTB kebanggaan Lombok Barat.

Minggu (24/8) malam lalu, Heru, sapaannya tampil di panggung Car Free Night Taman Kota Gerung Lombok Barat. Bersama sejumlah bintang tamu seperti Risa, dia tampil menghibur ribuan pengunjung CFN yang berdatangan dari berbagai penjuru.

Nama Heru Keyboardis sudah tidak asing lagi di kalangan seniman. Tak hanya wilayah Lombok Barat bahkan NTB. Dia merupakan seniman berbakat multitalenta. Tidak hanya bermain alat musik tetapi juga bernyanyi, hingga menciptakan lagu.

Bakat musik Heru sudah muncul sejak kecil. Saat duduk di bangku kelas 3 SDN 6 Kebon Ayu, ia ikut Kesenian Kamput Ale-ale dalam karnaval desa. ”Waktu itu saya cuma main tamburin dari kelapa,” kenangnya sambil tersenyum.

Namun dari situlah jalan hidupnya mulai terbuka. Heru yang terlahir dari keluarga musisi karena sang ayah memiliki grup orkes mulai terbiasa dengan berbagai alat musik tradisional. Dari gendang, seruling, cungklik hingga alat musik tradisional gamelan. Ia juga bisa bernyanyi.

Seiring waktu, kecintaannya pada musik bertransformasi. Dari musik tradisional, ia mulai jatuh hati pada alat musik modern yakni keyboard. Peralihan itu tak lepas dari perubahan grup Kamput Ale-ale yang mulai menggunakan instrumen modern. Heru pun tekun belajar.

Perjalanan Heru tak selalu mulus. Pernah bergabung dengan grup Kecimol asal Kebon Ayu Kecial Kuning, Heru lalu nekat turun ke jalan sebagai musisi jalanan. Nasib baik menghampiri ketika seorang pemain orgen tunggal asal Nyiurlembang, Suhardiman Ahmad, melihat bakatnya. 

”Waktu itu saya bahkan nggak punya keyboard. Dia sampai pinjamin dan latih saya,” cerita Heru.

Sejak 2010, Heru serius mendalami elektone. Ia ikut hajatan, roadshow motor Honda dan Yamaha, hingga aksi gerebek pasar dan gerebek kampung. Awalnya ia enggan tampil di pesta pernikahan, lantaran harus menguasai berbagai genre lagu. Namun justru dari situlah wawasannya kian luas.

”Setiap tahun saya wajib kuasai 40 lagu terbaru. Kalau nggak, bisa kelabakan pas ada request. Tapi kalau terus-terusan pakai midi, ilmu nggak berkembang. Makanya saya belajar sebanyak mungkin,” ujar Heru.

Meski karier musiknya berkembang, pendidikan formalnya harus terhenti di SMPN 3 Gerung. Faktor biaya membuatnya memilih membantu keluarga.

”Orang kampung dulu pikirnya sekolah nggak terlalu penting. Dengan ijazah SD pun sudah cukup jadi buruh. Saya bersyukurnya bisa baca tulis,” akunya pasrah.

Tahun 2014 menjadi titik balik. Heru yang sempat tampil di kafe-kafe seperti Star Cafe Senggigi dan Sama-sama Cafe Gili Trawangan, memilih hijrah. Ia bergabung dengan jamaah tabligh. Dari sana, ia meninggalkan dunia hiburan malam dan beralih fokus pada musik bernuansa pop hingga religi. Kini ia lebih sering tampil di acara pernikahan, kegiatan pemerintahan, hingga pengajian dan acara pondok pesantren.

Perubahan itu membuat Heru semakin mantap dengan jalan yang dipilihnya. Dari seorang bocah pemukul tamburin kelapa, menjadi musisi jalanan, hingga kini dikenal sebagai keyboardis profesional Lombok Barat. (bersambung/r8)

Editor : Jelo Sangaji
#Lombok Barat #populer #seniman #musik #keyboardist