LombokPost - Mengabdi di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sejak tahun 2002, I Ketut Rauh kini diamanahkan menjadi pimpinan lembaga ini. Dia bertekad mengubah wajah Satpol PP yang lembek menjadi lebih tegas demi menegakkan aturan yang ada di Lombok Barat.
Kesan Satpol PP yang kerap dianggap lembek akan segera sirna. Pasalnya, nakhoda baru di instansi tersebut, I Ketut Rauh datang dengan misi revolusioner.
Pria yang telah mengabdikan diri selama lebih dari dua dekade ini bertekad menjadikan Satpol PP Lombok Barat lebih tegas, humanis, dan berwibawa, demi menegakkan aturan sekaligus membantu peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Ketut Rauh dilantik bersama enam pejabat eselon II lainnya oleh Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini. Sosok kelahiran Jembrana, Bali, 47 tahun silam ini bukanlah orang baru di lingkungan Satpol PP.
Sejak awal mengawali karir sebagai PNS pada tahun 2002, ia sudah bertugas di instansi penegak perda tersebut. Pengalaman panjangnya ini menjadi modal kuat untuk menakhodai timnya.
”Kami tidak akan menyia-nyiakan amanat yang diberikan oleh Bapak Bupati dan Wakil Bupati,” ucapnya kepada Lombok Post usai dilantik, kemarin (8/9).
Rauh berkomitmen penuh untuk melaksanakan tugas yang diberikan, terutama dalam penegakan Perda, pembinaan ketenteraman dan ketertiban umum (tribum), serta penyelenggaraan keamanan masyarakat sesuai tupoksi.
Suami dari Ni Ketut Laksmi Sulistiawati ini memiliki visi yang sangat jelas, yakni humanis tapi tegas. Ia sadar betul bahwa penegakan aturan tidak selalu identik dengan kekerasan. Baginya, langkah awal selalu mengutamakan pembinaan dan pengawasan.
Namun, jika mekanisme persuasif telah dilakukan dan tidak ada itikad baik dari pihak yang melanggar, barulah Satpol PP turun tangan untuk melakukan penertiban dan penindakan.
”Semua regulasi yang ada di Lombok Barat akan kami tegakkan sesuai SOP. Kalau sudah tidak bisa dibina, barulah dilimpahkan ke Satpol PP untuk dilakukan penertiban dan penindakan,” paparnya.
Tugas berat sudah menanti di depan mata. Mulai dari menindak tegas vila-vila tak berizin yang menyalahi tata ruang, hingga menutup kafe-kafe ilegal yang menjual minuman beralkohol tanpa izin. Semua ini akan menjadi prioritas utama.
Selain itu, Ketut Rauh juga memiliki misi tambahan yang tak kalah penting, yaitu membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan PAD. Ia menyadari bahwa banyak aturan pungutan yang diatur dalam Perda dan Perkada, di mana Satpol PP memiliki peran dalam penegakannya.
Dia berjanji akan proaktif berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait yang bertugas mengumpulkan PAD.
”Satpol PP akan mendukung kebijakan bupati untuk meningkatkan PAD. Jika aturannya sudah ada, kami akan masuk ke ranah itu. Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk membantu pemerintah meningkatkan PAD,” tutupnya.
Dengan pengalaman, integritas, dan komitmen yang kuat, Ketut Rauh siap memberikan warna baru bagi Satpol PP Lombok Barat. Masyarakat patut menantikan gebrakan-gebrakan nyata dari tangan dinginnya dalam mewujudkan Lombok Barat yang maju berkeadilan dan sejahtera.
Editor : Akbar Sirinawa