Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jalan Provinsi di Kediri Selatan Ditanami Pohon Pisang, Warga Protes Lambannya Perbaikan

Hamdani Wathoni • Jumat, 12 September 2025 | 21:17 WIB
RUSAK PARAH: Warga Desa Kediri Selatan menanami jalan provinsi dengan pohon pisang sebagai bentuk protes, Jumat (12/9).
RUSAK PARAH: Warga Desa Kediri Selatan menanami jalan provinsi dengan pohon pisang sebagai bentuk protes, Jumat (12/9).

LombokPost – Aksi warga menanam pohon pisang di badan jalan kembali terjadi di Lombok Barat. Kali ini, ruas jalan provinsi yang menghubungkan Masjid Kediri menuju Jagaraga, Kediri Selatan. Warga kesal karena sejak lama mengusulkan perbaikan, namun tak kunjung ada tindak lanjut dari pemerintah.

Jalan ini bukan sekadar akses biasa. Fungsinya vital sebagai penghubung menuju bypass Bandara Internasional Lombok dengan pintu keluar di Kuripan. Kondisi jalan yang rusak parah membuat masyarakat geram hingga akhirnya memilih menanam pohon pisang sebagai bentuk protes.

“Usulan perbaikan sudah kami sampaikan sejak 2021. Kami teruskan ke kabupaten, lalu ke provinsi. Tapi sampai sekarang tidak ada realisasi,” ujar Kepala Des Kediri Selatan Edy Erwinsyah kepada Lombok Post, Jumat (12/9).

Menurut warga, selain badan jalan yang penuh lubang, saluran drainase di sepanjang jalur ini juga mengalami sedimentasi sehingga tertutup dan menimbulkan genangan saat hujan. “Harapan kami tidak hanya jalannya, tapi juga salurannya diperbaiki. Karena itu ranah pemerintah, kami di desa tidak berani menggunakan anggaran,” tambahnya.

Menariknya, lokasi jalan rusak ini berada di Desa Ummi Nurul Adha, Wakil Bupati Lombok Barat. Bahkan sejumlah politisi dari kalangan anggota DPRD Provinsi bahkan anggota DPR RI yang memiliki basis suara besar di Kediri Selatan juga dianggap abai oleh masyarakat. “Masak jauh dikerjakan, di tempat konstituennya sendiri tidak. Padahal suara terbesar ada di sini. Sudah berapa kali kami sampaikan,” sindir warga.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Lobar Lalu Ratnawi menegaskan bahwa ruas tersebut merupakan jalan provinsi. Karena itu, kewenangan perbaikan ada di Pemprov NTB. “Sudah lama kami usulkan karena ini statusnya jalan provinsi. Jadi kami hanya bisa berkoordinasi,” jelas Ratnawi.

Ia memastikan, Pemda Lobar sudah melakukan langkah komunikasi dengan provinsi. Bahkan Wabup Nurul Adha turun langsung melakukan inspeksi mendadak ke lokasi. “Bu Wabup sudah sidak, dan langsung menelpon Pak Gubernur. Saat itu juga, jalan ini dijanjikan masuk prioritas penanganan provinsi,” bebernya.

Wakil Bupati Lobar Hj Nurul Adha membenarkan bahwa jalan tersebut akan segera diperbaiki. Meski begitu, ia mengakui perbaikan kali ini tidak bisa dilakukan secara total karena keterbatasan anggaran. “Iya, sudah dianggarkan di perubahan. Tapi tidak perbaikan total, hanya sebagian,” jelasnya.

Politisi yang akrab disapa Ummi Nurul itu menegaskan, dirinya sudah mendapat konfirmasi langsung dari Gubernur NTB. “Saya sudah dihubungi Pak Gubernur lewat telepon. Jalan Kediri Selatan ini menjadi prioritas untuk ditangani provinsi,” ucapnya.

Ia berharap warga bisa bersabar sembari menunggu realisasi dari pemerintah provinsi. “Insya Allah akan segera ditangani. Saya tetap kawal agar cepat terealisasi,” pungkasnya.

Jalan provinsi Kediri Selatan memang sangat penting karena menjadi salah satu jalur utama menuju bandara. Dengan kondisi jalan rusak, mobilitas warga maupun wisatawan menuju Kuripan dan akses ke jalur bypass bandara ikut terganggu.

Baca Juga: Korban Berjatuhan, Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak Praya-Mujur Lombok Tengah

Masyarakat berharap pemerintah provinsi benar-benar serius menuntaskan perbaikan, tidak hanya tambal sulam. “Kalau hanya ditambal, cepat rusak lagi. Kami ingin ada perbaikan menyeluruh, termasuk drainasenya,” pinta warga.

Dengan adanya komitmen Pemprov NTB melalui dorongan Pemkab Lobar, masyarakat berharap aksi protes seperti penanaman pohon pisang tidak perlu terulang lagi. Jalan yang layak dan aman adalah kebutuhan mendasar, apalagi untuk jalur strategis penghubung bandara. (ton)

Editor : Rury Anjas Andita
#provinsi #Kediri #Lombok Barat #Nurul Adha #jalan rusak