LombokPost – Kesabaran warga Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat habis. Jalan provinsi yang melintasi desa mereka tak kunjung diperbaiki selama bertahun-tahun. Sebagai bentuk protes, warga menanam pohon pisang di badan jalan yang berlubang dan rusak parah.
"Sejak saya menjabat sebagai kepala desa tahun 2019, persoalan jalan ini sudah saya sampaikan langsung ke Bupati Lombok Barat saat itu Fauzan Khalid saat kegiatan Safari Ramadan. Waktu itu, bupati berjanji akan meneruskan permintaan kami ke provinsi. Tapi sampai sekarang belum ada realisasi," ujar Kepala Desa Kuripan Hasbi, Selasa (28/10).
Terkait penanaman pohon yang dilakukan warga, Hasbi membenarkan aksi tersebut. Ia menyebut kondisi jalan provinsi penghubung Kuripan–Kediri–Gerung itu sudah lama dikeluhkan warga.
Namun, berbagai upaya yang dilakukan pemerintah desa hingga kini belum membuahkan hasil. Hasbi menuturkan, alasan yang disampaikan pihak provinsi saat awal dia menjabat adalah keterbatasan anggaran akibat pandemi Covid-19. Namun setelah pandemi berakhir, kondisi jalan tetap tak tersentuh perbaikan.
"Plt Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Gita Ariadi juga pernah datang dalam program Jumat Salam. Saya sampaikan langsung agar setidaknya dilakukan tambal sulam, tapi tetap tidak ada tindak lanjut," tambahnya.
Tak berhenti di situ, aspirasi soal jalan rusak Kuripan juga pernah disampaikan dalam forum Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Lombok Barat. Namun, lagi-lagi tidak ada respon dari pihak provinsi.
Akibatnya, warga yang setiap hari melewati jalur tersebut merasa geram. Selain berdebu saat kemarau, jalan juga berubah menjadi kubangan lumpur di musim hujan. Banyak kendaraan rusak, bahkan ada pengendara yang jatuh akibat jalan berlubang.
Sebagai bentuk sindiran, warga menanam pohon pisang di tengah jalan yang berlubang besar. Aksi itu sontak menarik perhatian pengguna jalan dan viral di media sosial.
"Saya tidak menyalahkan warga. Mungkin karena aksi itu, baru ada respon dari provinsi. Tapi kalau sampai akhir tahun belum juga diperbaiki, saya sendiri yang akan memimpin warga datang ke kantor gubernur untuk menuntut kejelasan," tegas Hasbi.
Warga berharap pemerintah provinsi segera turun tangan memperbaiki jalan tersebut. Sebab, jalur Kuripan–Gerung merupakan salah satu akses penting bagi mobilitas warga dan perekonomian lokal.
"Kami hanya ingin bisa lewat dengan aman dan nyaman. Jangan tunggu sampai ada korban," ujar salah satu warga dengan nada kesal.
Editor : Siti Aeny Maryam