LombokPost – Gelaran Senggigi Sunset Jazz (SSJ) 2025 dipastikan bakal semakin meriah. Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan ikut ambil bagian dalam event musik tahunan yang digelar selama dua hari, 1–2 November 2025 di Pantai Kerandangan, Kawasan Wisata Senggigi, Lombok Barat.
Selama tujuh tahun penyelenggaraannya, SSJ dikenal bukan hanya sebagai panggung musik bergengsi, tetapi juga sebagai ajang yang mampu menciptakan sinergi positif antara dunia hiburan dan sektor ekonomi kreatif. Event ini terbukti memberikan dampak langsung bagi pelaku UMKM lokal yang menjajakan produk mereka di lokasi acara.
Menurut Yoga Prasetyo dari Nuraga selaku penyelenggara SSJ 2025, antusiasme pelaku UMKM untuk ikut serta tahun ini sangat tinggi. “Saat pendaftaran dibuka, ada sekitar 150 tenant yang mendaftar. Setelah melalui proses kurasi, hanya 50 tenant yang lolos, dan 20 persen di antaranya merupakan UMKM asal Lombok Barat,” jelas Yoga usai bertemu dengan para pelaku UMKM di Aula Dinas Pariwisata Lobar, Selasa (28/10).
Yoga menambahkan, proses kurasi dilakukan dengan ketat. Setiap peserta diminta mengirimkan sampel produk untuk dinilai dari segi kualitas rasa, higienitas, hingga kemasan. “Kami ingin yang tampil di SSJ adalah produk-produk terbaik, karena ini juga menjadi wajah kuliner Lombok di mata wisatawan,” ujarnya.
Tahun ini, selain menampilkan kuliner khas lokal, SSJ juga menghadirkan Kuliner Nusantara seperti Batagor Kingsley Bandung, Pempek Pak Raden Palembang, Bandeng Presto Juwana Semarang, hingga Bakpia Kukus Tugu Yogyakarta.
Bagi para pelaku UMKM, SSJ menjadi momen penting untuk memperluas pasar dan meningkatkan omzet. Ambar, pemilik Canaria.Farm asal Labuapi, menyebut SSJ sebagai event terbaik yang pernah diikutinya. “Omzet selama SSJ bisa naik dua sampai tiga kali lipat dibanding hari biasa. Acaranya meriah dan pengunjungnya ramai,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Alia, pemilik Happiness Kitchen asal Lombok Barat. “Tahun lalu omzet saya di luar ekspektasi. Ini tahun kedua saya ikut, dan saya berharap hasilnya bisa lebih baik lagi,” ujarnya.
Alia menilai, penyelenggaraan SSJ sangat membantu UMKM lokal. Proses kurasi yang ketat membuat kualitas produk semakin meningkat. “Kegiatan seperti ini sangat berpengaruh bagi perekonomian kami. Mudah-mudahan SSJ terus ada setiap tahun dan makin besar,” harapnya.
Dengan konsep yang memadukan musik, kuliner, dan wisata pantai, Senggigi Sunset Jazz 2025 diyakini akan menjadi magnet bagi ribuan pengunjung sekaligus membawa berkah bagi pelaku UMKM di Lombok Barat.
Editor : Siti Aeny Maryam