Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pembebasan Lahan Jalur Dua Baital Atiq Gerung -Kantor Bupati Lombok Barat Tahun Ini Habiskan Anggaran Rp 40 Miliar

Hamdani Wathoni • Jumat, 21 November 2025 | 14:50 WIB
BAKAL JADI JALUR DUA: Jalan dari Masjid Baital Atiq Gerung menuju kompleks Kantor Bupati Lobar bakal dibuat jalur dua.
BAKAL JADI JALUR DUA: Jalan dari Masjid Baital Atiq Gerung menuju kompleks Kantor Bupati Lobar bakal dibuat jalur dua.

LombokPost — Rencana pembangunan jalan jalur dua yang menghubungkan kawasan Masjid Baitul Atiq, Gerung, hingga Kuripan mulai bergerak menuju tahap pelaksanaan.

Proyek yang sempat tertunda bertahun-tahun ini kini memasuki fase apraisal, pengukuran, dan pematokan lahan. Jalur dua tersebut akan menjadi akses strategis yang menghubungkan pusat aktivitas masyarakat sekaligus mempermudah arus lalu lintas menuju area pemerintahan.

"Jalan ini akan melewati depan Kantor Bupati serta melintasi wilayah Gerung Utara dan Gerung Selatan," ujar Sekretaris Dinas PUTR Lombok Barat Lalu Ratnawi, Kamis (20/11).

Pelebaran jalan dilakukan pada sisi yang terdampak langsung, termasuk sejumlah rumah warga yang berada pada garis perluasan. Ratnawi menegaskan, pembebasan lahan saat ini menjadi fokus utama pemerintah.

Lahan yang dibutuhkan merupakan lahan milik warga, dan pemerintah telah menyiapkan anggaran ganti rugi sebesar Rp 40 miliar untuk segmen 1 dan segmen 2, yakni dari Baitul Atiq hingga melewati jembatan di depan Dinas Perhubungan.

"Masyarakat sudah menerima dengan baik rencana pembebasan lahan ini," katanya. Pemerintah juga menyiapkan opsi relokasi sekolah yang terdampak, dengan penentuan lokasi baru yang tetap berada dalam radius terjangkau bagi warga. Ratnawi mengingatkan bahwa proyek ini sejatinya telah direncanakan sejak lama.

"Pada 2016–2017, anggaran pembebasan lahan ruas Gerung–Kuripan pernah diperkirakan mencapai Rp 20 miliar. Bahkan untuk keseluruhan koridor Gerung–Babussalam hingga Bypass BIL I sempat dihitung hingga Rp 100 miliar," jelasnya.

Namun berbagai penyesuaian anggaran, termasuk refocusing saat pandemi COVID-19, membuat proyek ini tertunda.

Kini, seluruh kebutuhan anggaran untuk tahap awal sudah tersedia dan proses penilaian sedang berlangsung.

Di sisi lain, Camat Gerung Fitriati Wahyuni memastikan bahwa sosialisasi kepada warga terdampak berjalan lancar. Sosialisasi dilakukan sekitar tiga minggu lalu, dan dihadiri oleh seluruh warga yang lahannya masuk dalam segmen satu maupun dua.

"Secara umum warga menerima rencana pembangunan. Tidak ada yang keberatan. Mereka hanya menitipkan satu pesan, harga ganti rugi harus sesuai,’" ujarnya.

Fitriati menjelaskan bahwa proyek kini berada di tahap awal yang melibatkan pengukuran lahan oleh tim PU, tim pengadaan, dan BPN. Setelah pengukuran, panitia pengadaan melakukan pengumpulan berkas kepemilikan dari warga sebagai dasar untuk penyusunan SK Penentuan Lokasi (Penlok).

Jika SK Penlok terbit, barulah Tim Apraisal turun menilai masing-masing bidang untuk menentukan besaran ganti rugi.

Adapun jumlah lahan terdampak berdasarkan bidang kepemilikan mencapai sekitar 60 bidang.

Rinciannya, 27 bidang berada di segmen 1, yakni dari perempatan Masjid Baitul Atiq hingga jembatan.

Sementara 29 bidang berada di segmen 2, dari jembatan hingga mendekati kantor Dinas Perhubungan.

Dengan tahapan administrasi yang perlahan terselesaikan, pemerintah optimistis proses pembangunan jalur dua Gerung–Kuripan dapat segera memasuki fase konstruksi.

Editor : Kimda Farida
#Jalan #jalur dua #Lombok Post #Gerung